Tersendat Karena Bencana Tahun 2020, APDESI Sukajaya Desak Pemkab Realisasikan Air Bersih

Forkompimcam dan para kepala Desa di Sukajaya melakukan rapat kordinasi dengan subtansi air minum untuk progam SPAM 11 Desa, (dok: Ilham Ariyansyah -Bogortoday)

BOGORTODAY.COM – Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Sukajaya meluapkan keluhan masyarakat terkait masalah penyaluran air bersih yang bersumber dari mata air di Pegunungan Halimun.

Para kepala desa mendesak pemerintah daerah untuk segera merealisasikan distribusi air bersih melalui jaringan perpipaan. Pasalnya, selain kebutuhan infrastruktur pascabencana, ketersediaan air bersih juga menjadi kebutuhan dasar masyarakat yang mendesak.

Dialog tersebut dilakukan saat gelaran rapat koordinasi bersama Camat Sukajaya dan pihak Substansi Air Minum Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Selasa (23/9/2024).

BACA JUGA :  Netanyahu Tegaskan Israel Akan Hentikan Ancaman Iran, Sebut Rezim Teheran Tak Akan Bertahan

Perwakilan APDESI Kecamatan Sukajaya, Ujang Ruhyadi, menuturkan bahwa sebagian besar desa sudah menunggu tindak lanjut sejak lama. Namun, masih ada desa yang belum terakomodasi.

“Yang terpisah hanya Desa Kiarasari karena jauh. Sementara delapan desa lainnya sejak awal sudah disiapkan tahapan pembukaan. Dari aturan, pemanfaatan sumber air bersih ini seharusnya bisa dilakukan untuk masyarakat,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Apih Ujang juga menyinggung perlunya rapat koordinasi yang melibatkan pihak pengelola kawasan. Sebab kata dia ,pihak kawasan dimungkinkan memiliki aturan yang menghambat jalanya program pipanisasi tersebut.

BACA JUGA :  Veda Ega Start dari Posisi ke-13 di Moto3 Italia 2026, Optimistis Raih Hasil Maksimal

“Seharusnya ada perwakilan dari kawasan hadir dalam rakor tentang air bersih. Sayangnya, mereka tidak menerima undangan. Kami khawatir ada aturan yang harus dihargai, sementara masyarakat punya kebutuhan yang mendesak,” katanya.

Menurutnya, pembangunan SPAM di Kecamatan Sukajaya sempat masuk program pascabencana pada tahun 2020. Namun, pemulihan yang dilakukan belum menyentuh seluruh desa.

Editor : Ilham Ariyansyah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================