Tersendat Karena Bencana Tahun 2020, APDESI Sukajaya Desak Pemkab Realisasikan Air Bersih

Forkompimcam dan para kepala Desa di Sukajaya melakukan rapat kordinasi dengan subtansi air minum untuk progam SPAM 11 Desa, (dok: Ilham Ariyansyah -Bogortoday)

BOGORTODAY.COM – Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Sukajaya meluapkan keluhan masyarakat terkait masalah penyaluran air bersih yang bersumber dari mata air di Pegunungan Halimun.

Para kepala desa mendesak pemerintah daerah untuk segera merealisasikan distribusi air bersih melalui jaringan perpipaan. Pasalnya, selain kebutuhan infrastruktur pascabencana, ketersediaan air bersih juga menjadi kebutuhan dasar masyarakat yang mendesak.

Dialog tersebut dilakukan saat gelaran rapat koordinasi bersama Camat Sukajaya dan pihak Substansi Air Minum Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Selasa (23/9/2024).

Perwakilan APDESI Kecamatan Sukajaya, Ujang Ruhyadi, menuturkan bahwa sebagian besar desa sudah menunggu tindak lanjut sejak lama. Namun, masih ada desa yang belum terakomodasi.

“Yang terpisah hanya Desa Kiarasari karena jauh. Sementara delapan desa lainnya sejak awal sudah disiapkan tahapan pembukaan. Dari aturan, pemanfaatan sumber air bersih ini seharusnya bisa dilakukan untuk masyarakat,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Apih Ujang juga menyinggung perlunya rapat koordinasi yang melibatkan pihak pengelola kawasan. Sebab kata dia ,pihak kawasan dimungkinkan memiliki aturan yang menghambat jalanya program pipanisasi tersebut.

BACA JUGA :  Kandang Ayam Broiler Dua Lantai di Caringin Bogor Ludes Terbakar

“Seharusnya ada perwakilan dari kawasan hadir dalam rakor tentang air bersih. Sayangnya, mereka tidak menerima undangan. Kami khawatir ada aturan yang harus dihargai, sementara masyarakat punya kebutuhan yang mendesak,” katanya.

Menurutnya, pembangunan SPAM di Kecamatan Sukajaya sempat masuk program pascabencana pada tahun 2020. Namun, pemulihan yang dilakukan belum menyentuh seluruh desa.

“Masih ada desa-desa yang belum ter-cover. Kami berharap ada solusi agar kebutuhan semua desa bisa terpenuhi sesuai tujuan awal,” tambahnya.

Apih Ujang berharap. Setelah rapat kordinasi ditingkat kecamatan ini bisa menjadi tindak lanjut dimeja pemerintah daerah. Sehingga bisa direalisasikan secepatnya maksimum pada tahun 2026.

Senada, Kepala Desa Cisarua, Samit, menyampaikan keluhan serupa. Ia menyoroti kondisi bak penampungan air bersih yang dibangun pada 2017, kini tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

BACA JUGA :  Ilmuwan Ungkap Afrika Berpotensi Terbelah, Retakan Raksasa Bisa Picu Samudra Baru

“Bak penampungan yang dibangun waktu itu sekarang kosong dan tidak terpakai. Program perawatan dari kementerian juga tidak berjalan. Akibatnya, masyarakat tidak bisa memanfaatkan fasilitas tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Substansi Air Minum, Fufung, menjelaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan rencana pembangunan jangka panjang berupa sistem penyediaan air minum (SPAM) atau pipanisasi untuk desa-desa di Kecamatan Sukajaya.

Fufung menjelaskan, potensi air yang berada di kecamatan Sukajaya memang layak disalurkan. Mengingat dari hal uji laboratorium sumber mata air di gunung halimun bisa digunakan oleh masyarakat.

Sukajaya ini punya potensi SPAM yang bisa digunakan secara keseluruhan. Artinya, antar desa bisa terhubung dengan memanfaatkan salah satu sumber di Desa Cisarua. Desa yang tidak memiliki sumber air nantinya juga bisa ikut memanfaatkan,” pungkasnya.

Bagi Halaman

Editor : Ilham Ariyansyah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================