
“Kami berharap ini menjadi kejadian pertama dan terakhir. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan agar program MBG tetap berjalan baik, sesuai arahan Presiden Prabowo untuk menyediakan makan bergizi gratis kepada para pelajar,” ujarnya.
Andri menekankan bahwa beberapa siswa memiliki riwayat kesehatan tertentu dan ada yang mengonsumsi makanan secara berlebihan. Oleh karena itu, belum dapat dipastikan bahwa ini merupakan kasus keracunan makanan.
“Jadi belum bisa disimpulkan sebagai kasus keracunan makanan. Kita tunggu hasil laboratorium agar semua jelas dan tidak menimbulkan informasi simpang siur,” tegasnya.
Berdasarkan keterangan warga setempat, Heru, sedikitnya lima siswa diduga mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan MBG. Dua siswa masih menjalani perawatan di Puskesmas Jonggol, sementara tiga lainnya telah diperbolehkan pulang.
“Saya dengar dari orang tua murid, yang dirawat ada dua anak. Sisanya sudah boleh pulang, tapi masih lemas,” kata Heru.
Pihak kecamatan mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil laboratorium resmi agar informasi yang disampaikan valid dan dapat dipertanggungjawabkan. (CR4)
Editor : Bas
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















