Harhubnas 2025, Dishub Kota Bogor Perkuat Manajemen Lalu Lintas dan Rerouting Angkot

BOGORTODAY.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berkomitmen menata transportasi kota melalui program reduksi, konversi, dan rerouting angkot. Hal ini dikatakan Wali Kota Dedie A. Rachim saat upacara Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) di Balai Kota Bogor, Rabu (24/9/2025).

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim yang bertindak sebagai inspektur upacara menyampaikan optimisme bahwa program Bogor Lancar yang diusung bersama Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin akan berjalan baik dan mampu mengurangi titik-titik kemacetan di kota hujan.

Dedie menyebutkan pesan dari Menteri Perhubungan RI yang menekankan bahwa pembangunan transportasi harus ditujukan sepenuhnya untuk pelayanan masyarakat.

“Artinya, apa pun ikhtiar pemerintah harus dilaksanakan bersama seluruh pemangku kepentingan. Kerja sama pemerintah dan sektor swasta dalam penyediaan sarana prasarana transportasi harus fokus pada pelayanan terbaik untuk masyarakat,” ujar Dedie.

BACA JUGA :  Netanyahu Tegaskan Israel Akan Hentikan Ancaman Iran, Sebut Rezim Teheran Tak Akan Bertahan

Ia menegaskan Pemkot Bogor terus berkomitmen melaksanakan program reduksi, konversi, dan rerouting angkutan kota secara konsisten. Langkah ini diharapkan dapat mengurai kemacetan yang selama ini menyebabkan pemborosan bahan bakar, waktu, hingga biaya ekonomi masyarakat.

Dedie menargetkan seluruh proses reduksi, konversi, dan rerouting angkot rampung pada 2026.

“Ke depan, sistem transportasi harus lebih modern, nyaman, aman, tepat waktu, dan terjangkau. Angkot yang sudah melewati masa operasional 20 tahun diharapkan secara sukarela berhenti beroperasi sesuai aturan,” jelas Dedie.

Dishub Kota Bogor Perkuat Manajemen Lalu Lintas dan Perparkiran

BACA JUGA :  Batu Ginjal Tak Selalu Karena Kurang Minum, Ini Penyebab yang Perlu Diwaspadai

Kepala Dishub Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, menambahkan pihaknya akan menindaklanjuti arahan Wali Kota Bogor, terutama terkait konsistensi penataan transportasi umum dan penguatan manajemen lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan.

“Pada akhir pekan, jumlah petugas akan ditambah karena banyaknya wisatawan dari luar daerah yang masuk ke Kota Bogor,” ujarnya.

Selain itu, Dishub juga berkomitmen memperbaiki sistem perparkiran sesuai arahan Wali Kota Bogor serta melaksanakan regulasi Perda Nomor 8 Tahun 2023 tentang Transportasi.

“Berdasarkan perhitungan, ada 1.940 angkot yang masa operasionalnya akan habis pada 2026. Semuanya akan mengikuti skema penataan sesuai regulasi,” pungkas Sujatmiko.

Bagi Halaman

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================