BOGORTODAY.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus berupaya menekan angka stunting. Berdasarkan data terbaru, masih ada ribuan warga yang menunggu bantuan untuk terbebas dari masalah gizi kronis ini.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa tahun 2025 tidak boleh ada kasus stunting tambahan di Kota Bogor.
“Jadi, dari 1.588 kasus stunting, kami targetkan turun menjadi 1.510. Itu yang harus diintervensi. Tentunya tidak boleh ada kasus tambahan,” tegas Dedie dalam kegiatan Rembuk Stunting di Hotel Royal Djuanda, Rabu (24/9/2025).
Dedie mengakui, mewujudkan Kota Bogor bebas stunting bukan hal mudah. Diperlukan kolaborasi semua pihak, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang saat ini sudah memiliki 32 dapur penyedia Makanan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah.
“Saya minta program MBG tidak hanya menyasar siswa, tapi juga ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Program ini sangat relevan untuk menekan angka stunting, jadi potensi yang ada harus dimanfaatkan dengan bijak,” ujar Dedie.
Ia juga meminta pengelola SPPG rutin berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















