
“Kolaborasi ini harus nyata. Jangan hanya formalitas. SPPG harus ikut mengintervensi kasus stunting secara langsung,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting, Jenal Mutaqin, menyiapkan sejumlah terobosan. Salah satunya adalah pengembangan aplikasi khusus untuk memantau perkembangan anak penerima bantuan gizi.
“Melalui aplikasi ini, para donatur bisa memantau kondisi fisik dan gizi anak-anak yang mereka bantu secara periodik. Dengan begitu, akan tumbuh rasa kepedulian dan tanggung jawab,” jelas Jenal.
Ia juga mengajak para anggota DPRD Kota Bogor untuk ikut berperan sebagai bapak asuh bagi anak-anak stunting.
“Total ada 50 anggota DPRD yang akan dilibatkan. Nanti akan dibagi per wilayah atau dapil. Saat ini tinggal mematangkan kesepakatan agar semua punya tujuan yang sama,” paparnya.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















