Inovasi Pelajar Bogor, Kulit Pisang Disulap Jadi Semir Sepatu Murah Meriah

Semir Sepatu
Pelajar Kota Bogor, Muhammad Zindan Ramadhan, Derio Bhagawanta, dan Kenzie Shaquille berhasil ciptakan semir sepatu dari kulit pisang. (Foto: Aditya/Bogortoday.com)

BOGORTODAY.COM – Tiga siswa SMP Negeri 1 Kota Bogor berhasil menciptakan inovasi unik dengan mengolah limbah kulit pisang menjadi semir sepatu kulit.

Ketiga siswa kelas VIII tersebut adalah Muhammad Zindan Ramadhan, Derio Bhagawanta, dan Kenzie Shaquille. Ide ini muncul dari kepedulian mereka terhadap lingkungan, khususnya limbah kulit pisang yang selama ini sering terbuang percuma.

“Kita memiliki ide ini pertama dari segi lingkungan. Kebanyakan orang setelah makan pisang kulitnya dibuang begitu saja. Padahal ada potensi yang bisa dimanfaatkan, sehingga kami mencoba mengolahnya menjadi semir sepatu,” ujar Muhammad Zindan Ramadhan saat ditemui di Festival Bogor Inovation Award (BIA) 2025 di Grand Ballroom GSC STP IPB, Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kamis (25/9/2025).

BACA JUGA :  Bolehkah Kulit Hewan Kurban Dijual? Ini Penjelasan Hukumnya dalam Islam

Menurut Zindan, mereka memilih kulit pisang kepok karena memiliki kualitas terbaik. Kulit pisang kepok mengandung minyak alami sekitar 4–6 persen dengan kadar air yang relatif rendah, yakni 60–65 persen.

Proses pembuatan semir ini cukup sederhana. Sebanyak 15 gram kulit pisang kepok dipanggang selama 20 menit pada suhu 60–100 derajat Celsius. Setelah kering, kulit pisang diblender hingga halus dan disaring.

BACA JUGA :  Beasiswa AGRTPS 2026 Resmi Dibuka, Mahasiswa Indonesia Berkesempatan Kuliah Riset di Australia dengan Pendanaan Penuh

“Hasil saringan kemudian dicampur dengan lidah buaya dan alkohol 70 persen, lalu diblender kembali. Campuran tersebut dipanggang lagi untuk mengeluarkan minyaknya, dipres, dan akhirnya dikemas menjadi semir sepatu,” jelasnya.

Tak hanya berinovasi, ketiga siswa ini juga sudah mencoba memasarkan produk mereka. Semir sepatu berbahan kulit pisang tersebut dijual dengan harga Rp8 ribu melalui toko-toko, warung, hingga promosi di media sosial.

“Kami berharap semir yang kami buat ini bisa bersaing bahkan mengalahkan merek semir yang sudah ada,” pungkasnya.

Bagi Halaman

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================