Tawuran Antar Kelompok Pemuda Pecah di Gunung Putri Bogor, Warga Resah

Tawuran Antar Kelompok Pemuda
Tawuran antar kelompok pemuda pecah di Jalan Raya Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Rabu (24/9/2025) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Foto : tangkapan lauyar video.

BOGORTODAY.COMTawuran antar kelompok pemuda kembali pecah di Jalan Raya Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Rabu (24/9/2025) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Peristiwa ini sempat memicu keresahan warga meski tidak ada korban luka yang dilaporkan.

Seorang warga sekitar, Sulaiman, mengatakan bentrokan melibatkan dua kelompok dengan jumlah massa mencapai 100 orang.

“Sekitar jam tujuh malam sudah terlihat kelompok pemuda berkumpul, lalu datang lagi kelompok dari arah berbeda. Mereka akhirnya bertemu dan bentrok di tengah jalan,” ujarnya, Kamis (25/9/2025).

Meski tanpa korban, warga mengaku khawatir lantaran tiga minggu sebelumnya aksi serupa menyebabkan seorang remaja mengalami luka parah di kepala.

BACA JUGA :  Harga Honda CRF250 Series Naik, CRF250 Rally Kini Hampir Tembus Rp 100 Juta

“Kalau kemarin malam memang tidak ada yang terluka. Tapi sebelumnya ada yang sampai kepalanya bocor kena celurit,” tutur Sulaiman.

Menurut warga, tawuran di wilayah Gunung Putri kerap terjadi, bahkan bisa dua kali dalam seminggu. Para pelaku umumnya masih remaja berusia di bawah 20 tahun yang diduga berasal dari sejumlah sekolah di sekitar lokasi.

“Biasanya anak-anak sekolah, masih muda semua. Jarang yang sudah dewasa,” tambahnya.

Dalam bentrokan itu, para pemuda disebut menggunakan senjata tajam seperti celurit, benda tumpul berupa tongkat, batu, hingga sepeda motor untuk menyerang lawan. Lokasi yang jauh dari pemukiman membuat aksi sulit dilerai dan berlangsung cukup lama.

BACA JUGA :  Ruben Onsu Ungkap Alasan Hentikan Nafkah untuk Sarwendah Selama 6 Bulan

“Banyak yang bawa senjata. Ada celurit, tongkat, bahkan motor dipakai buat nabrak,” ungkap Sulaiman.

Warga mendesak pihak sekolah, orang tua, dan aparat kepolisian untuk meningkatkan pengawasan serta melakukan pencegahan agar konflik antar remaja tidak berulang.

“Kalau bisa, pihak sekolah duduk bareng cari solusi. Jangan sampai anak-anak terus jadi korban,” kata Sulaiman. (CR4)

Bagi Halaman

Editor : Bas

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================