
Sofyan mengamati kondisi bangunan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Cileungsi yang ambruk sebagai contoh minimnya antisipasi bencana di fasilitas pendidikan.
Menurutnya, bangunan sekolah tersebut memiliki kelemahan serius dalam hal infrastruktur keamanan. ”
Ada empat kelas di lantai dua dengan total 120 siswa, mereka harus berebut turun lewat satu tangga jika terjadi bencana seperti gempa atau kebakaran. Itu sangat berbahaya,” jelasnya.
Desakan KPAD Kabupaten Bogor ini muncul sebagai respons terhadap pentingnya perlindungan anak di lingkungan pendidikan, khususnya dalam menghadapi potensi bencana alam yang dapat mengancam keselamatan peserta didik.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















