Tes Sederhana untuk Mengetahui Penuaan Sehat

BOGORTODAY.COM Penuaan adalah proses alami yang tidak bisa dihindari. Namun, setiap orang masih memiliki kendali untuk memastikan bahwa proses penuaan berjalan dengan sehat.

Menurut para ahli, salah satu indikator utama penuaan sehat adalah kemampuan bergerak.

“Kemampuan Anda untuk bergerak bergantung pada massa otot, rentang gerak, fleksibilitas, dan tingkat energi,” jelas Richard Dupee, ahli geriatri dari Tufts Medical Center, dikutip dari Health.

Sayangnya, seiring bertambahnya usia, kemampuan fisik tersebut cenderung menurun. Hal ini dapat membuat aktivitas sehari-hari semakin sulit dilakukan serta meningkatkan risiko jatuh—yang menjadi salah satu penyebab cedera fatal di kalangan lansia.

Bagaimana Mengetahui Penuaan Berjalan dengan Sehat?

Untuk mengetahui kondisi fisik, ada beberapa tes sederhana yang didukung penelitian dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Tes ini memberikan gambaran singkat mengenai kebugaran serta prediksi umur panjang.

  1. Jalan Bolak-Balik (Timed Up and Go Test / TUG)
BACA JUGA :  Pola Makan Tak Sehat Jadi Pemicu Meningkatnya Kasus Kanker pada Usia Muda

Tes ini menilai mobilitas, keseimbangan, dan risiko jatuh.

  • Caranya: duduk di kursi, berjalan sejauh 3 meter, berbalik, lalu kembali duduk sambil dihitung waktunya.
  • Jika memakan waktu 12 detik atau lebih, menurut CDC, hal ini menandakan peningkatan risiko jatuh.
  • Studi 2017 juga menemukan, waktu TUG yang lebih lambat berhubungan dengan risiko kematian lebih tinggi.
  1. Berdiri dengan Satu Kaki

Tes ini mengukur keseimbangan tubuh.

  • Caranya: berdiri dengan kaki rapat, lalu angkat satu kaki dan tahan posisi selama 10 detik.
  • Studi menunjukkan, orang berusia 50 tahun ke atas yang gagal berdiri dengan satu kaki selama 10 detik berisiko dua kali lipat lebih tinggi mengalami kematian dalam 10 tahun ke depan.
  1. Duduk-Berdiri

Tes ini menilai keseimbangan, kekuatan, dan rentang gerak.

  • Caranya: duduk di lantai lalu bangkit berdiri tanpa bantuan.
  • Skor diberikan berdasarkan kelancaran gerakan (total 10 poin). Skor di bawah 7,5 dikaitkan dengan risiko kematian lebih tinggi dalam 12 tahun.
  1. Berdiri di Kursi Selama 30 Detik
BACA JUGA :  Bogor Hornbills Bidik Kemenangan di Gim Ketiga Final IBL 2026

Tes ini mengukur kekuatan tubuh bagian bawah.

  • Caranya: duduk di kursi dengan tangan menyilang di dada, lalu bangkit dan duduk kembali sebanyak mungkin dalam 30 detik.
  • Menurut CDC, rata-rata pria usia 60–64 tahun mampu melakukan 14 kali, sedangkan wanita 12 kali. Kurang dari angka tersebut menandakan peningkatan risiko jatuh dan mortalitas.

Meski penuaan adalah keniscayaan, setiap orang dapat mengusahakan penuaan yang sehat dengan menjaga kekuatan otot, keseimbangan, dan mobilitas tubuh.

Tes sederhana ini tidak hanya membantu mengevaluasi kondisi fisik, tetapi juga bisa menjadi peringatan dini untuk melakukan perubahan gaya hidup demi menjaga kualitas hidup di usia lanjut.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================