
Dadan menilai meningkatnya kasus keracunan disebabkan oleh ketidakpatuhan terhadap Standard Operating Procedure (SOP) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Kita bisa lihat bahwa kasus kejadian banyak terjadi di dua bulan terakhir. Rata-rata karena SOP yang ditetapkan tidak dipatuhi dengan seksama,” ujar Dadan.
Ia mencontohkan, ada pelanggaran dalam pemilihan bahan baku yang seharusnya dibeli maksimal H-2, namun ada penyedia yang membeli di H-4. Selain itu, proses memasak dan pengiriman juga bermasalah.
“Seharusnya processing masak sampai delivery tidak lebih dari 6 jam, optimalnya 4 jam. Tetapi ada yang masak jam 9 pagi, diantar jam 12 siang, bahkan ada yang lebih dari 12 jam,” jelasnya.
Evaluasi Program MBG
Temuan ini menjadi catatan penting bagi BGN untuk melakukan evaluasi program MBG yang telah berjalan hampir satu tahun.
Dadan menegaskan, perbaikan manajemen, kepatuhan SOP, serta pengawasan distribusi pangan bergizi harus diperketat agar kasus serupa tidak terus berulang.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















