Ornamen Kujang Bakal Mahkotai Tugu Pancakarsa

BOGORTODAY.COMTugu Pancakarsa yang menjulang di Jalan Alternatif Sentul, Kecamatan Babakan Madang, selama ini berdiri tanpa mahkota. Empat tahun sejak peresmiannya pada 2021, monumen ikon Kabupaten Bogor, Jawa Barat itu akhirnya akan disempurnakan. Pemerintah Kabupaten Bogor mengalokasikan anggaran hampir Rp 1 miliar untuk memasang ornamen kujang, senjata tradisional Sunda di puncak tugu tersebut.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertahanan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, mengakui bahwa pembangunan tugu Pancakarsa memang belum tuntas sejak awal.

“Kita melakukan pelengkapan Tugu Pancakarsa, atasnya belum selesai dan kita lengkapi di tahun ini,” ujarnya, Rabu (1/10/2025).

Proyek penyempurnaan ini tidak hanya sebatas pemasangan ornamen kujang. Eko mengatakan timnya juga akan melakukan sejumlah perbaikan agar tugu yang berada di kawasan strategis Sentul itu tampak lebih indah dan layak menjadi ikon daerah.

“Termasuk beberapa perbaikan sehingga bisa lebih indah lagi,” tambahnya.

BACA JUGA :  Kebiasaan Orang Tua yang Tanpa Disadari Dapat Menurunkan Rasa Percaya Diri Anak

Target pengerjaan cukup ambisius. Eko menargetkan pemasangan ornamen kujang sudah dimulai pada Oktober 2025 ini.

“Dalam waktu dekat, mudah-mudahan bulan Oktober ini sudah mulai pemasangan,” katanya optimistis.

Pemilihan kujang sebagai mahkota tugu Pancakarsa memiliki alasan filosofis yang kuat. Senjata tradisional khas Sunda itu bukan sekadar ornamen, melainkan representasi identitas budaya Kabupaten Bogor yang merupakan bagian dari Tatar Sunda. Kujang dalam tradisi Sunda melambangkan kekuatan, ketajaman pikiran, dan jati diri masyarakat Sunda.

Dengan hadirnya ornamen kujang di puncaknya, tugu Pancakarsa diharapkan tidak hanya menjadi penanda geografis, tetapi juga penguat narasi budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi kawasan Sentul yang berbatasan dengan Kota Bogor dan Depok.

Data Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) menunjukkan proyek ini memiliki pagu anggaran Rp 1 miliar dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp 990,2 juta. Setelah proses lelang, PT Dinamika Bangun Mandiri keluar sebagai pemenang dengan penawaran Rp 970,369 juta.

BACA JUGA :  Kisah Nabi Daud AS Mengalahkan Jalut: Bukti Kekuatan Iman dan Pertolongan Allah SWT

Namun, setelah melalui tahap negosiasi teknis dan harga, nilai kontrak akhir justru ditetapkan lebih tinggi, yakni Rp 979 juta. Kenaikan sekitar Rp 8,6 juta dari penawaran awal ini biasanya terjadi karena ada penyesuaian spesifikasi teknis atau volume pekerjaan yang disepakati kedua belah pihak dalam rapat negosiasi.

Rincian Anggaran Proyek

KomponenNilai (Rp)
Pagu Anggaran1.000.000.000
Harga Perkiraan Sendiri (HPS)990.200.000
Penawaran Awal Pemenang Lelang970.369.000
Nilai Kontrak Setelah Negosiasi979.000.000
Selisih HPS dengan Kontrak11.200.000
Persentase Efisiensi1,13%

Pemenang Lelang: PT Dinamika Bangun Mandiri
Sumber Dana: APBD Kabupaten Bogor 2025

Dengan efisiensi anggaran 1,13 persen, proyek ini dinilai cukup efisien meski sempat terjadi kenaikan harga dari penawaran awal. Dana bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor tahun 2025.

Bagi Halaman

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================