Penutupan Pemerintahan AS Mengancam, 750 Ribu Pegawai Terancam Dirumahkan

BOGORTODAY.COM – Penutupan pemerintahan Amerika Serikat (AS) kini berada di depan mata menyusul kebuntuan antara Partai Republik dan Partai Demokrat terkait regulasi pendanaan pemerintah.

Hingga awal Oktober 2025, kedua kubu masih belum mencapai kesepakatan atas rancangan undang-undang (RUU) pendanaan yang diperlukan untuk menjaga roda pemerintahan tetap berjalan.

Menurut Badan Anggaran Kongres AS (Congressional Budget Office/CBO), penutupan pemerintahan berpotensi membuat sekitar 750.000 pegawai federal dirumahkan sementara. Angka ini bisa berubah setiap hari tergantung kebijakan masing-masing lembaga pemerintah.

“Total biaya harian kompensasi mereka akan mencapai sekitar US$ 400 juta,” ungkap CBO dalam surat resminya kepada Senator Joni Ernst dari Partai Republik, Rabu (1/10/2025). Lembaga tersebut juga menegaskan, jumlah pegawai yang terkena dampak bisa meningkat atau berkurang seiring lamanya penutupan berlangsung.

BACA JUGA :  Warga Malasari Antusias Ikut Ngubek Empang di HJB ke-544

Kebuntuan Politik

Penutupan pemerintahan akan terjadi bila RUU Pendanaan Pemerintah tidak segera disetujui oleh Kongres. Saat ini, negosiasi terhambat oleh tarik ulur kepentingan dua partai besar.

  • Partai Demokrat bersikeras agar setiap resolusi pendanaan jangka pendek mencakup perpanjangan kredit pajak Undang-Undang Perawatan Terjangkau (Affordable Care Act/ACA) yang telah ditingkatkan. Kebijakan ini dinilai penting untuk meringankan biaya premi asuransi kesehatan bagi jutaan warga AS.
  • Partai Republik, yang menjadi mayoritas pengusung pemerintah, menolak keras usulan tersebut. Mereka menilai perpanjangan ACA akan semakin membebani anggaran dan memperbesar intervensi pemerintah dalam sektor kesehatan.
BACA JUGA :  Pemkab Bogor Siapkan Mural Bergambar Pahlawan Nasional di Jalur Jayanti–Bojong Koneng

Dampak Penutupan

Penutupan pemerintahan AS biasanya berdampak luas, mulai dari penghentian layanan publik non-esensial, penutupan taman nasional, hingga penundaan pembayaran gaji pegawai federal.

Di sisi lain, layanan esensial seperti keamanan nasional dan penegakan hukum akan tetap berjalan, meski dengan keterbatasan operasional.

Kebuntuan ini menambah ketidakpastian ekonomi di AS, terutama karena terjadi di tengah perlambatan global dan meningkatnya kebutuhan pembiayaan domestik.

Para analis memperingatkan, semakin lama penutupan berlangsung, semakin besar pula risiko terganggunya stabilitas fiskal dan pelayanan publik.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================