Waspadai Saraf Kejepit di Usia Muda, Kebiasaan Sepele Bisa Jadi Pemicu

Saraf Kejepit
Usia Muda Terkena Saraf Kejepit. (Foto: Ilustrasi/iStock)

BOGORTODAY.COM – Di tengah gaya hidup digital yang kian melekat pada generasi muda, sejumlah kebiasaan seperti duduk terlalu lama, malas bergerak, dan postur tubuh yang buruk mulai memicu masalah kesehatan serius. Salah satunya adalah saraf kejepit, yang kini tidak lagi hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga mulai mengintai para remaja.

Dokter spesialis ortopedi tulang belakang dari Eka Hospital BSD, dr. Asrafi Rizki Gatam, mengungkapkan bahwa tren remaja mengalami saraf kejepit terus meningkat. Ia menyebut, gaya hidup pasif akibat ketergantungan pada gawai menjadi salah satu pemicu utama.

Remaja sekarang makin sulit diajak aktif. Teknologi seperti gadget membuat mereka lebih banyak diam, tidak mau beranjak. Tanpa disadari, otot-otot di sekitar tulang belakang mengecil karena tidak terlatih,” ungkap dr. Asrafi dalam temu media di kawasan Bintaro, Jumat (25/7/2025).

BACA JUGA :  7 Ciri Seseorang yang Memiliki Kesan Berkelas Tanpa Harus Mewah

Saraf kejepit terjadi ketika jaringan di sekitar saraf seperti otot, ligamen, bantalan tulang belakang, atau bahkan tulang memberikan tekanan berlebih.

Akibatnya, penderita bisa mengalami nyeri, kesemutan, kelemahan otot, hingga mati rasa di area tertentu.

Kebiasaan Sepele Pemicu Saraf Kejepit pada Remaja

Beberapa aktivitas harian yang tampak sepele ternyata bisa memicu kondisi ini:

Duduk Terlalu Lama di Depan Gadget

Aktivitas seperti belajar daring, bermain gim, atau berselancar di media sosial bisa membuat remaja duduk dalam posisi yang sama selama berjam-jam.

jeda untuk bergerak atau meregangkan tubuh, tekanan pada tulang belakang meningkat, dan risiko saraf kejepit pun bertambah.

Postur Duduk yang Buruk

Posisi duduk membungkuk atau menunduk saat menggunakan ponsel sering dianggap remeh. Padahal, postur seperti ini menyebabkan distribusi tekanan yang tidak merata di tulang belakang, sehingga memperbesar kemungkinan saraf terjepit.

BACA JUGA :  7 Jenis Ikan yang Aman Dikonsumsi Penderita Kolesterol Tinggi

Kurang Aktivitas Fisik

Gaya hidup sedentari atau kurang gerak membuat otot-otot penyangga tulang belakang menjadi lemah.

Otot yang tidak terlatih tidak mampu menopang struktur tubuh secara optimal, sehingga mudah mengalami cedera.

Olahraga Berlebihan Tanpa Teknik yang Benar

Meskipun olahraga penting, gerakan ekstrem tanpa pemanasan, teknik yang salah saat angkat beban, atau latihan berlebihan juga bisa menyebabkan tekanan pada saraf.

Pentingnya Pencegahan Sejak Dini

  1. Asrafi menyarankan agar remaja mulai menyadari pentingnya menjaga postur tubuh, mengatur waktu penggunaan gadget, serta rutin beraktivitas fisik untuk memperkuat otot-otot penyangga tulang belakang.

Selain itu, melakukan olahraga dengan teknik yang tepat dan sesuai kapasitas tubuh juga menjadi kunci pencegahan.

“Pencegahan lebih penting daripada mengobati. Jika dibiarkan, saraf kejepit bisa mengganggu aktivitas sehari-hari bahkan memerlukan tindakan medis serius,” tegasnya.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================