Sembilan Kapal Baru Freedom Flotilla Bergabung dengan Global Sumud Flotilla Menuju Gaza

Freedom Flotilla
Ilustrasi Sembilan kapal dari armada FFC gabung GSF terobos Gaza. (Foto: REUTERS/Stefanos Rapanis)

BOGORTODAY.COM – Sembilan kapal baru yang diluncurkan Freedom Flotilla Coalition (FFC) resmi bergabung dengan armada Global Sumud Flotilla (GSF) dalam misi kemanusiaan menembus blokade Israel di Jalur Gaza, Palestina.

Saat ini, hanya tersisa satu kapal GSF yang masih berlayar menuju Gaza setelah sebagian besar armada dicegat oleh pasukan Israel.

Dalam unggahan di platform X, Jumat (3/10/2025), GSF menyebutkan bahwa sembilan kapal tersebut, yang diberi nama Freedom Flotilla Coalition-Thousand Madleens, sedang berlayar di perairan internasional Mediterania untuk menyusul kapal terakhir GSF bernama Marinette.

“Gelombang kapal baru berlayar bersama Global Sumud Flotilla. Rombongan sembilan kapal saat ini sedang dalam perjalanan menuju Gaza untuk mendobrak blokade ilegal Israel yang sudah berlangsung bertahun-tahun,” demikian pernyataan resmi GSF.

Armada Baru Menuju Gaza

Berdasarkan situs pelacakan kapal, sembilan kapal FFC itu tampak berlayar menuju arah yang sama dengan Marinette. Kesembilan kapal tersebut masing-masing bernama:

  • Abd Elkarim Eid (Thaï)
  • Alaa Al-Najjar (King Julian)
  • Anas Al Sharif (Fouka)
  • Conscience
  • Gaza Sunbird (Neruda)
  • Leïla Khaled (Tadzio)
  • Milad (Algol)
  • Soul of My Soul
  • Umm Saad (Maiden)
BACA JUGA :  Mengapa Banyak Orang Mulai Menghindari Berita? Mengenal Fenomena News Fatigue dari Sisi Psikologi

Sementara itu, kapal Marinette masih terus berlayar di perairan internasional dengan koordinat 31.7201° N, 33.2941° E, melaju dengan kecepatan sekitar 5,99 knot (11 km/jam).

Upaya Menembus Blokade

Menurut laporan Al Jazeera, kapten kapal Marinette sempat melaporkan adanya masalah mesin, namun kini telah teratasi.

GSF menegaskan kapal tersebut tetap terhubung melalui Starlink dan menolak untuk kembali, meski menghadapi ancaman dari angkatan laut Israel.

Gaza tidak sendirian. Palestina tidak dilupakan. Kami tidak akan ke mana-mana,” tegas GSF.

Sejak pelayaran dimulai pada 31 Agustus lalu, Global Sumud Flotilla telah mengerahkan sekitar 40 kapal sipil dengan ratusan aktivis, tenaga kesehatan, jurnalis, hingga figur publik internasional, termasuk aktivis iklim Greta Thunberg.

BACA JUGA :  PWI Kabupaten Bogor Gelar Safari Jurnalis 2026 di Cisarua, Dorong Literasi Digital Masyarakat

Tekanan Israel terhadap Flotilla

Aksi pelayaran GSF berulang kali mendapat serangan. GSF menuding serangan tersebut didalangi Israel, termasuk insiden saat armada mereka berlayar di perairan Yunani dan saat berlabuh di Tunisia.

Pada Rabu (1/10/2025), angkatan laut Israel dilaporkan mencegat puluhan kapal GSF yang mendekati Gaza, menangkap lebih dari 400 aktivis, termasuk Greta Thunberg, dan menggiring mereka ke Israel.

Selain itu, satu kapal GSF bernama Mikeno (Al Bireh) sempat terdeteksi berada hanya puluhan kilometer dari pantai Gaza pada Kamis.

Namun, sejak itu kapal tersebut tidak lagi bergerak, dan diduga turut dicegat oleh pasukan Israel.

Tekad Tak Surut

Meski menghadapi hambatan besar, bergabungnya sembilan kapal baru FFC menjadi simbol bahwa dukungan internasional terhadap Gaza terus mengalir.

Misi ini menegaskan perlawanan terhadap blokade Israel yang sudah berlangsung bertahun-tahun, sekaligus menunjukkan solidaritas global bagi rakyat Palestina.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================