Tekan Residu Sampah, Ahmad Fathoni Dorong Pengelolaan Berbasis Teknologi

Selain itu, Fathoni juga mendukung inisiatif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor agar setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hingga kawasan industri melakukan pemilahan dan pengolahan sampah mandiri. Sebagai persiapan, masyarakat akan disiapkan melalui program Kampung Ramah Lingkungan (KRL) dengan bantuan peralatan.

Ia menyebut persoalan sampah di Kabupaten Bogor sangat mendesak karena jumlah penduduk mencapai 5-6 juta jiwa. Dengan populasi tersebut, sampah yang dihasilkan bisa mencapai 2.500-3.000 ton per hari.

BACA JUGA :  Rekomendasi Primer untuk Kulit Berminyak agar Makeup Tahan Lama dan Tidak Mudah Luntur

Sementara itu, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Galuga hanya mampu menampung kurang dari 1.000 ton atau sekitar 30 persen.

“Sisanya mau dibuang ke mana? Itu sebabnya harus ada pengolahan di hulu, di setiap wilayah,” katanya.

BACA JUGA :  MMAJ Jakarta 2026 Hadirkan Festival Anime dan Budaya Jepang Berskala Internasional di Gandaria City

Dengan begitu, Fathoni berharap dengan peta pengelolaan sampah yang baru, residu sampah yang tidak bisa dimanfaatkan dapat ditekan hingga tidak lebih dari 10 persen dari produksi harian. Artinya, dari 3.000 ton sampah per hari, residu yang harus dikelola hanya sekitar 300 ton.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================