
Selain itu, Fathoni juga mendukung inisiatif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor agar setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hingga kawasan industri melakukan pemilahan dan pengolahan sampah mandiri. Sebagai persiapan, masyarakat akan disiapkan melalui program Kampung Ramah Lingkungan (KRL) dengan bantuan peralatan.
Ia menyebut persoalan sampah di Kabupaten Bogor sangat mendesak karena jumlah penduduk mencapai 5-6 juta jiwa. Dengan populasi tersebut, sampah yang dihasilkan bisa mencapai 2.500-3.000 ton per hari.
Sementara itu, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Galuga hanya mampu menampung kurang dari 1.000 ton atau sekitar 30 persen.
“Sisanya mau dibuang ke mana? Itu sebabnya harus ada pengolahan di hulu, di setiap wilayah,” katanya.
Dengan begitu, Fathoni berharap dengan peta pengelolaan sampah yang baru, residu sampah yang tidak bisa dimanfaatkan dapat ditekan hingga tidak lebih dari 10 persen dari produksi harian. Artinya, dari 3.000 ton sampah per hari, residu yang harus dikelola hanya sekitar 300 ton.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















