Trump Ultimatum Hamas: 20 Poin Perdamaian atau Hadapi “Neraka”

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: Brandon Bell/Getty Images)

BOGORTODAY.COM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan ultimatum keras kepada Hamas terkait konflik Gaza.

Ia memberikan batas waktu hingga Minggu (5/10/2025) pukul 18.00 waktu Washington, D.C., bagi Hamas untuk menyetujui 20 poin rencana perdamaian yang diajukannya. Jika tidak dipenuhi, Trump mengancam akan melancarkan serangan besar-besaran.

“Jika kesepakatan kesempatan terakhir ini tidak tercapai, neraka total yang belum pernah terjadi sebelumnya akan melanda Hamas,” tulis Trump di akun Truth Social miliknya.

Ancaman “Neraka Total”

Trump menyebut sebagian besar pejuang Hamas kini sudah terkepung dan hanya menunggu perintah darinya untuk dimusnahkan. Ia memastikan, jika kesepakatan ditolak, pasukan Hamas akan diburu satu per satu hingga tewas.

“Sebagian besar pejuang Hamas terkepung dan terperangkap secara militer, hanya menunggu saya memberi perintah, ‘pergi,’ agar nyawa mereka segera dihabisi. Sisanya, kami tahu di mana dan siapa Anda. Anda akan diburu, dan dibunuh,” tegas Trump.

BACA JUGA :  Kejagung Geledah Kantor BGN, Pemerintah Minta Publik Hormati Proses Hukum

Meski demikian, Trump juga menyerukan agar warga Palestina yang tidak bersalah segera mengungsi dari area berisiko untuk menghindari korban sipil.

“Saya meminta warga Palestina yang tidak bersalah segera meninggalkan daerah yang berpotensi menjadi tempat kematian besar,” ujarnya.

Isi Rencana Perdamaian 20 Poin

Dilansir DW, Selasa (30/9/2025), rencana perdamaian Trump terdiri atas 20 poin yang mengatur masa depan Gaza. Beberapa poin penting meliputi:

  • Penggulingan Hamas serta pelucutan penuh persenjataannya.
  • Reformasi Otoritas Palestina sebagai bagian dari transisi politik.
  • Jaminan keamanan Gaza oleh AS dan negara-negara kawasan.
  • Israel menghentikan operasi militer di Gaza serta berjanji tidak menduduki maupun mencaplok wilayah tersebut.
  • Kepulangan warga Gaza yang mengungsi, tanpa paksaan bagi yang memilih tetap tinggal.
  • Pemerintahan transisi Gaza dengan opsi bagi mantan anggota Hamas untuk berintegrasi atau pindah ke luar negeri.
  • Masuknya bantuan internasional tanpa hambatan ke Gaza.
  • Rencana ekonomi untuk membangun kembali dan menumbuhkan perekonomian Gaza.
BACA JUGA :  Kamar Mandi Sudah Dibersihkan Tapi Masih Bau? Ini 5 Penyebab yang Sering Tidak Disadari

Trump menegaskan, setelah kesepakatan tercapai, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) wajib menghentikan operasinya dan menyerahkan wilayah yang dikuasai. Israel juga diminta menjamin tidak ada serangan ke Qatar, yang selama ini berperan sebagai mediator.

Konteks Internasional

Rencana ini muncul di tengah laporan Dewan HAM PBB yang menuduh Israel melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza. Situasi tersebut memperburuk tekanan internasional agar konflik segera berakhir.

Trump menyebut tawarannya sebagai “kesempatan terakhir” bagi Hamas. Jika tidak disetujui, ia berjanji akan memberikan konsekuensi militer yang “belum pernah dialami sebelumnya.”

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================