Bahlil Lahadalia: Batalnya Vivo dan BP-AKR Beli BBM Pertamina Murni Urusan B2B

Bahlil Lahadalia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Foto: Ist)

BOGORTODAY.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akhirnya buka suara terkait batalnya pembelian base fuel atau bahan bakar minyak (BBM) dari Pertamina oleh PT Vivo Energy Indonesia (Vivo) dan APR, joint venture BP-AKR.

Bahlil menegaskan bahwa pemerintah hanya berperan sebagai penyambung antara Pertamina dan badan usaha swasta penyalur BBM.

Sementara itu, proses bisnis selanjutnya sepenuhnya merupakan urusan business-to-business (B2B) yang diatur masing-masing pihak.

“B2B-nya lagi dikomunikasikan. Saya sudah katakan bahwa B2B itu kolaborasi antara swasta dengan swasta. Ya, masih berjalan,” ujarnya di Kantor BPH Migas, Jakarta Selatan, Kamis (2/10/2025).

Shell Juga Masih Bahas Pasokan

Selain Vivo dan BP-AKR, Shell Indonesia juga diketahui masih dalam tahap pembahasan B2B dengan Pertamina terkait pasokan impor base fuel.

BACA JUGA :  Argentina di Piala Dunia 2026: Kandidat Kuat Pertahankan Gelar Juara

President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah serta pemangku kepentingan lainnya agar pasokan BBM kembali tersedia di SPBU Shell.

“Pembahasan business-to-business (B2B) terkait pasokan impor base fuel sedang berlangsung,” kata Ingrid.

Alasan Vivo dan BP-AKR Batalkan Pembelian

Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, mengungkapkan bahwa sebelumnya APR dan Vivo sempat sepakat membeli BBM dari Pertamina.

Namun, keduanya membatalkan rencana tersebut lantaran base fuel Pertamina mengandung etanol 3,5%, yang dianggap tidak sesuai dengan kriteria mereka.

BACA JUGA :  Sambut Liburan Sekolah, Swiss-Belresort Dago Bandung Luncurkan Program SBEC Juniors dan Maskot Baru 'Bella

Padahal, menurut regulasi, kandungan etanol dalam BBM diperbolehkan hingga 20%.

“Isu yang disampaikan kepada rekan-rekan SPBU ini mengenai konten etanol. Sebenarnya secara regulasi etanol diperbolehkan sampai 20%, sedangkan base fuel Pertamina hanya 3,5%. Tapi hal itu membuat SPBU swasta tidak melanjutkan pembelian,” kata Achmad dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Rabu (1/10/2025).

BBM Masih Ditopang Pertamina

Dengan batalnya pembelian oleh Vivo dan BP-AKR, hingga kini pasokan base fuel yang diimpor Pertamina belum terserap oleh badan usaha swasta.

Untuk sementara, distribusi BBM di Indonesia tetap ditopang Pertamina sambil menunggu kesepakatan bisnis baru dengan SPBU swasta.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================