Warga Nanggewer Kenang Korban Kecelakaan Minibus Elf di Lampung

Warga Nanggewer
Pauri (50) ), kerabat dekat korban kecelakaan minibus Elf di Lampung. Foto : Rifki Ramadhan/bogortoday.com.

BOGORTODAY.COM Warga Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat masih diselimuti duka mendalam setelah kabar meninggalnya A (55), korban kecelakaan di Jalan Sedayu, Lampung. Sebelum keberangkatan untuk menghadiri acara besanan, A sempat memimpin pengajian sebagai bentuk rasa syukur di lingkungan tempat tinggalnya.

Bagi warga sekitar, A bukan sekadar tetangga. Ia dikenal sebagai tokoh agama yang menjadi panutan, sosok yang sederhana namun hangat.

“Iya, beliau itu DKM Mushola An-Nur dan tokoh agama di sini,” kata Supriati (73), tetangga dekat korban, saat ditemui di rumah duka, Senin (6/10/2025).

Supriati menuturkan, A kerap memimpin pengajian dan tahlilan di lingkungannya. Sifatnya yang humoris dan mudah bergaul membuat kehadirannya selalu dirindukan warga.

BACA JUGA :  Honda NWF150 2026 Resmi Meluncur, Skuter Retro Canggih dengan Radar dan Dashcam Bawaan

“Orangnya sederhana, tukang bercanda. Kalau ada kegiatan apa pun, pasti beliau yang diminta mimpin tahlil,” ujarnya lirih.

Bagi warga, kehilangan A berarti kehilangan sosok penggerak di tengah masyarakat. Ia bukan hanya pemimpin dalam doa, tetapi juga pengikat dalam kebersamaan.

Hal senada disampaikan Pauri (50), kerabat dekat korban. Menurutnya, A dikenal ramah dan tak pernah membeda-bedakan dalam bergaul.

“Dari dulu beliau orangnya baik, ramah, selalu menyapa. Bahkan sama anak kecil pun suka nanya, ‘bapaknya mana?’ begitu lah beliau,” tutur Pauri.

BACA JUGA :  Beasiswa BCA 2027 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Beragam Fasilitas yang Ditawarkan

Aktivitas A dalam bidang kerohanian membuat hubungan antara warga perumahan dan perkampungan di wilayah itu kian erat. Ia menjadi jembatan yang menyatukan dua lingkungan sosial berbeda melalui kegiatan keagamaan.

“Justru karena sering ada kegiatan tahlilan dan yasinan itu kami jadi dekat. Beliau selalu melibatkan semua warga, membuat suasana guyub,” kata Pauri menutup percakapan.

Kini, canda dan sapaan hangat A hanya tinggal kenangan. Namun jejak kebaikan dan kebersahajaannya akan tetap hidup di hati warga yang pernah mengenalnya.

Bagi Halaman

Editor : Rifki Ramadhan

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================