Pasokan Matrial Kosong, Gapensi Sebut Progres Proyek APBD di Kabupaten Bogor Melambat 60 Persen

Ilustrasi
Ilustrasi proyek (dok: Metro Bogor)

BOGORTODAY.COM – Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kabupaten Bogor meminta pemerintah memberikan kompensasi waktu tambahan ataupun adendum kontrak pekerjaan. Imbas sulitnya mencari bahan baku matrial, lantara tambang di wilayah Parungpanjang dan Cigudeg ditutup sementara.

Gapensi juga menyebut, Kebijakan tersebut membuat sejumlah proyek yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor disebabkan terancam tidak mencapai target waktu pengerjaan.

Sekretaris Umum Gapensi Kabupaten Bogor, Hendro Setiawan, mengatakan penutupan tambang menyebabkan pasokan material konstruksi tidak menentu. Hal itu berimbas pada keterlambatan progres pembangunan di lapangan.

BACA JUGA :  Pansus DPRD Kota Bogor Rampungkan Raperda BPBD Tipe A dalam Waktu Satu Bulan

“Dampaknya sangat luar biasa, karena bagi kami tidak ada kepastian jaminan pasok. Ini juga berpengaruh terhadap harga satuan beli. Para pedagang bisa menaikkan harga sesuka mereka, sementara kami terikat oleh harga satuan dan kontrak dengan pemerintah,” ujar Hendro kepada Bogortoday, Senin (6/10/2025).

Menurut Hendro, akibat terganggunya pasokan material, proyek-proyek konstruksi kini melambat hingga 50 sampai 60 persen dari target. Kondisi ini diperparah dengan lonjakan harga bahan bangunan yang tidak terkendali.

BACA JUGA :  Korea Utara Pamer Fasilitas Uranium Baru, Kim Jong Un Pertegas Ambisi Perkuat Senjata Nuklir

“Penjual tidak punya ikatan kontrak, jadi mereka bebas menaikkan harga. Bahkan ada yang meminta review ulang harga meskipun sudah ada perjanjian kerja. Kalau kami tidak bisa, karena harga satuan itu mengikat, kecuali ada keputusan dari Dinas PUPR,” jelasnya.

Editor : Ilham Ariyansyah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================