
BOGORTODAY.COM – Penutupan sementara aktivitas tambang batu andesit di wilayah Cigudeg dan Parungpanjang oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, memicu efek domino yang kini mulai dirasakan berbagai sektor, terutama dunia konstruksi di Kabupaten Bogor.
Pasokan material yang terhenti membuat roda pembangunan terancam tersendat, harga bahan baku bangunan melonjak, dan progres proyek infrastruktur berbasis APBD terancam tidak sesuai target.
Sekretaris Umum Gapensi Kabupaten Bogor, Hendro Setiawan, mengatakan penutupan tambang menyebabkan ketidakpastian pasokan material utama seperti batu dan pasir. Kondisi itu, menurutnya, sangat memukul para pelaku usaha konstruksi.
“Kalau dampak, sangat-sangat luar biasa. Karena bagi kami tidak ada kepastian untuk jaminan pasok. Itu juga berpengaruh pada harga satuan beli. Pedagang bisa menaikkan harga sesuka hati, tapi kami tidak bisa karena diikat oleh harga satuan dan kontrak,” ucap Hendro saat dihubungi Bogortoday, Senin (6/10/2025).
Hendro menjelaskan, akibat terganggunya suplai material, sejumlah proyek mengalami keterlambatan signifikan.
“Sekarang yang terjadi itu kelambatan pencapaian progres, dan perkiraan saya melambatnya mencapai 50 sampai 60 persen. Karena dampak dari penutupan tambang itu,” jelasnya.
Ia juga menyoroti potensi kenaikan harga material yang tidak dapat dikendalikan oleh kontraktor, lantaran penjual memiliki kebebasan menentukan harga.
Editor : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















