
Bukti dari Uji Coba pada Hewan
Untuk memperkuat temuan ini, para peneliti melakukan eksperimen pada tikus. Hewan-hewan tersebut dipaparkan polusi PM2,5 dua kali sehari selama 10 bulan.
Pada tikus normal, ditemukan kerusakan serius berupa kematian sel-sel saraf, penyusutan otak, dan penurunan kemampuan kognitif. Paparan polusi juga mempercepat pembentukan gumpalan alpha-synuclein beracun, mirip dengan yang terjadi pada otak manusia penderita LBD.
Sebaliknya, tikus yang dimodifikasi secara genetik agar tidak memproduksi protein alpha-synuclein, sebagian besar tidak mengalami kerusakan serupa.
Urgensi Kebijakan Udara Bersih
Meski penelitian dilakukan pada tikus, hasilnya dinilai sebagai bukti kuat bahwa polusi udara memainkan peran penting dalam risiko demensia. Studi ini dipublikasikan di jurnal Science dan menegaskan pentingnya kebijakan udara bersih.
“Dengan mengurangi paparan kolektif terhadap polusi udara, kita bisa menurunkan risiko berkembangnya penyakit neurodegeneratif dalam skala luas,” jelas Mao.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















