
CEO Tesla Elon Musk sebelumnya pernah menyebut mobil listrik dengan harga di bawah US$30 ribu (setelah insentif) menjadi kunci menjangkau pasar yang lebih luas. Namun, rencana menghadirkan model baru seharga US$25 ribu dibatalkan tahun lalu. Sebagai gantinya, Tesla menghadirkan varian lebih murah dari model yang sudah ada, yang justru menimbulkan kekhawatiran di kalangan analis.
“Ini lebih merupakan strategi harga, bukan inovasi produk. Saya tidak melihat langkah ini membuka permintaan baru dalam skala besar,” ujar Shay Boloor, kepala strategi pasar di Futurum Equities.
Spesifikasi Model Standard
Dari sisi teknis, kedua varian termurah ini masih menawarkan jarak tempuh cukup impresif, yakni 321 mil (sekitar 516 km). Namun, performa akselerasinya lebih lambat dibanding varian Premium karena ukuran baterai diperkecil.
Selain itu, sejumlah fitur juga dipangkas untuk menekan harga:
- Tidak dilengkapi Autosteer (sistem bantuan kemudi).
- Tidak ada layar sentuh & pemanas kursi untuk penumpang belakang.
- Lampu LED lightbar di Model Y dihapus.
- Menggunakan spion samping manual.
- Jok berbahan kain standar, dengan opsi kulit sintetis (vegan leather) untuk Model 3.
Meski demikian, Tesla memastikan kedua model Standard sudah dapat dipesan sekarang dengan pengiriman dijadwalkan antara Desember 2025 hingga Januari 2026.
Tantangan Tesla di Tengah Gempuran Mobil Listrik Murah
Peluncuran ini menandai strategi baru Tesla untuk memperluas pasar, meski belum sepenuhnya menjawab tekanan dari produsen mobil listrik China yang agresif menekan harga.
Pertanyaannya, apakah langkah menghadirkan varian lebih murah ini akan cukup untuk menjaga posisi Tesla sebagai pemain dominan, atau justru memperlihatkan keterlambatan mereka dalam inovasi?
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















