
Dalam kondisi seperti ini, dokter biasanya akan meresepkan obat pereda nyeri untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
- Gangguan Pernapasan
Penumpukan cairan dalam tubuh dapat menyebabkan sesak napas, terutama jika cairan menumpuk di paru-paru.
Untuk mengatasi hal ini, dokter bisa memberikan obat diuretik atau melakukan prosedur ultrafiltrasi guna mengeluarkan kelebihan cairan.
Pasien juga disarankan mengurangi konsumsi garam dan cairan agar kondisi tidak semakin berat.
- Risiko Penyakit Jantung Meningkat
Tanpa cuci darah, kadar kalium dan fosfor dalam tubuh bisa meningkat hingga level berbahaya.
Kelebihan kalium dapat menyebabkan aritmia atau serangan jantung, sedangkan kadar fosfor tinggi dapat melemahkan tulang dan memperbesar risiko penyakit jantung kronis.
- Terjadi Uremia
Melansir Cleveland Clinic, uremia adalah kondisi berbahaya ketika ginjal gagal total menyaring limbah dari darah. Racun yang menumpuk ini dapat menyebabkan mual, kehilangan nafsu makan, kebingungan, kejang, bahkan koma.
Uremia menandakan gagal ginjal yang sudah sangat serius dan memerlukan penanganan medis segera.
Cuci darah bukanlah terapi penyembuhan untuk gagal ginjal, tetapi merupakan penopang kehidupan bagi penderita. Prosedur ini membantu menjaga kualitas hidup dan memperpanjang usia pasien.
Karena itu, keputusan untuk berhenti atau menolak cuci darah sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter, agar penanganan dan dukungan medis dapat diberikan dengan optimal.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















