Efek Domino Kenaikan Pakan, Telur Ayam Tembus Rp30 Ribu di Pasar Cibinong

BOGORTODAY.COM – Setelah daging ayam dan cabai, kini giliran telur ayam yang mengalami tekanan inflasi. Di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat harga komoditas pangan strategis ini merangkak naik hingga 11 persen dalam sepekan terakhir.

Najid, salah satu pedagang telur di Pasar Cibinong, menyaksikan sendiri perubahan drastis itu. Telur ayam negeri yang seminggu lalu masih dijual Rp 27 ribu per kilogram, kini sudah menyentuh angka Rp 30 ribu.

“Sampe sekarang lagi naik-naiknya. Sekarang lagi di 30 ribu per kg, harga sebelumnya di 27 ribu, udah minggu lalu,” ujarnya, Jumat (10/10/2025_.

Yang menarik, kenaikan harga tidak merata di semua jenis telur. Najid menjelaskan, hanya telur ayam negeri yang mengalami lonjakan signifikan. Sementara itu, telur bebek justru mengalami penurunan dari Rp 3.000 per butir menjadi Rp 2.500 per butir.

BACA JUGA :  Kabar Gembira, Perumda Tirta Pakuan Gelar Promo Pasang Baru Murah Meriah di Momentum HJB

“Iya, ayam aja yang naik. Yang lainnya stabil, malah ada yang turun. Telor bebek harganya dua setengah satunya, dia jualannya satuan, biasanya tiga ribu,” ungkapnya.

Pria 24 tahu itu menduga kenaikan harga telur ayam negeri dipicu oleh rantai pasok yang saling terkait. Ia menyebut harga ayam potong yang belakangan juga naik turut memengaruhi harga telur. Selain itu, biaya pakan ternak yang terus meningkat diduga menjadi pemicu utama.

“Kurang tau faktornya ya, cuma kita ya ikut dari kandang. Bisa jadi dari yang pengambilnya, yang kuli-kuli yang datangnya. Kan bisa juga dari pakan faktornya. Kan sekarang ayamnya juga lagi naik, ngaruh ke telurnya juga,” tutur Najid

BACA JUGA :  7 Jenis Ikan yang Aman Dikonsumsi Penderita Kolesterol Tinggi

Sebagai pedagang tingkat akhir, Najid mengaku tidak memiliki banyak ruang untuk menegosiasikan harga. Ia hanya mengikuti harga yang ditetapkan oleh distributor atau pengepul yang mengambil telur langsung dari kandang peternak.

Lonjakan harga Rp 3.000 per kilogram dalam sepekan tentu tidak luput dari keluhan konsumen. Banyak pembeli yang menyampaikan keberatan langsung ke Najid. Namun, meski sering mendapat komplain, omzet penjualan Najid relatif stabil.

“Alhamdulillah, masih stabil. Biarpun harga naik, kita masih stabil lah,” tutup Najid.

Bagi Halaman

Editor : Rifki Ramadhan

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================