ICAD 15 Resmi Dibuka, Lukisan SBY Jadi Sorotan dalam Pameran Seni Bergengsi Bertema “Earth Society”

ICAD
ICAD 15 Resmi Dibuka, Lukisan SBY Jadi Sorotan dalam Pameran Seni Bergengsi Bertema “Earth Society”. (Foto: detikcom)

BOGORTODAY.COM – Ajang Indonesian Contemporary Art and Design (ICAD) resmi dibuka pada Kamis malam (9/10/2025) di grandKemang Hotel, Jakarta Selatan. Memasuki edisi ke-15, ICAD tampil lebih megah dan menegaskan posisinya sebagai salah satu pameran seni dan desain produk paling prestisius di Indonesia.

Tahun ini, ICAD mengusung tema “Earth Society”, sebuah ajakan untuk membaca ulang hubungan manusia dengan alam melalui perspektif seni dan desain kontemporer.

Sebanyak 50 partisipan lintas disiplin turut ambil bagian, menampilkan karya yang menggugah kesadaran dan refleksi terhadap isu bumi serta kemanusiaan.

Salah satu yang menjadi spotlight tahun ini adalah lukisan-lukisan karya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-6 Republik Indonesia. Kehadiran karya SBY menjadi special appearance yang menafsirkan ulang tema Earth Society dengan pendekatan personal dan reflektif.

SBY dan Imam Buchori Zainuddin Jadi “Special Appearance”

Festival Director ICAD, Edwin Nazir, menyampaikan bahwa ada dua sosok yang diundang sebagai special appearance dalam ICAD 15, yakni Susilo Bambang Yudhoyono dan Profesor Emeritus Imam Buchori Zainuddin, tokoh pelopor desain produk Indonesia.

“Kami mengundang Pak SBY, dan Profesor Emeritus Imam Buchori Zainuddin, tokoh pelopor desain produk Indonesia yang menghadirkan pemikiran, karya, dan kisahnya,” ujar Edwin saat ditemui di grandKemang Hotel, Jakarta Selatan.

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Dorong Perangkat Daerah Tertib Kelola Arsip Statis

Edwin menambahkan, proses mengundang SBY berjalan lancar karena sang mantan presiden langsung menyambut dengan antusias.

“Kami mengundang karena memang dari kekaryaannya, secara estetik beliau cocok di ICAD. Saat kami menawarkannya, Pak SBY langsung mau. Beliau melihat kuratorialnya seperti apa dan memilih sendiri lukisan-lukisannya,” jelas Edwin.

Lima Lukisan SBY Hadir di ICAD 15

Terdapat lima lukisan karya SBY yang ditampilkan dalam pameran ICAD ke-15, masing-masing menggambarkan relasi manusia, alam, dan kemanusiaan:

  • Gaza, The Extreme Human Suffering (2025)
  • Stop Forest Fire (2025)
  • The Beauty of Beach Rocks (2023)
  • Sunset Over the Brooklyn Bridge (2024)
  • Small Forest in Cisarua (2025)

SBY juga berkesempatan membuka secara resmi perhelatan ICAD 15 pada malam pembukaannya. Ratusan pencinta seni hadir untuk merayakan kreativitas lintas disiplin dalam suasana yang hangat dan penuh inspirasi.

Ragam Karya Lintas Disiplin dan Negara

Selain karya lukisan SBY, ICAD 15 juga menampilkan karya dari pematung Yani Mariani Sastranegara dan desainer senior Ghea Panggabean dalam kategori In Focus.

Untuk kategori Featured, pameran menghadirkan praktisi kreatif dari berbagai negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Taiwan, dan Amerika Serikat, menandakan semangat kolaborasi global yang kian kuat.

BACA JUGA :  Sekda Ajat Ungkap Hasil Pemeriksaan 81 Kendaraan Dinas Terkait Temuan BPK

Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah Wishulada Panthanuvong, seniman dan aktivis asal Thailand yang mengubah material tak terpakai menjadi karya seni bernilai tinggi, sebagai bentuk kritik terhadap budaya konsumsi dan limbah modern.

Suara Baru dari Seniman Muda

Kategori Open Call di ICAD 15 turut menyoroti isu-isu aktual seperti krisis iklim, sosial, politik, hingga perkotaan.
Beberapa karya yang menonjol antara lain:

  • Kreaby, studio kreatif berbasis di Jakarta yang melibatkan seniman autistik, menampilkan karya tentang pentingnya ruang hijau di tengah padatnya kota.
  • Gevi Noviyanti bersama Arka Kinari mengeksplorasi relasi manusia dan laut dalam karya yang mengangkat isu eksploitasi ekosistem maritim.

Perayaan Seni dan Desain yang Menginspirasi

Edisi ke-15 ICAD menjadi bukti bahwa seni dan desain memiliki kekuatan untuk membuka dialog lintas disiplin, budaya, dan generasi.

Melalui tema Earth Society, ICAD mengajak masyarakat untuk kembali menengok relasi manusia dengan bumi—tidak hanya melalui karya visual, tetapi juga lewat nilai kemanusiaan yang dikandungnya.

Dengan kehadiran nama-nama besar dan talenta muda yang visioner, ICAD 15 menegaskan dirinya sebagai wadah penting bagi perkembangan seni kontemporer dan desain produk Indonesia di kancah global.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================