
BOGORTODAY.COM – Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Bank Indonesia, Enhaii Halal Tourism Center (EHTC), dan Crescent Rating meluncurkan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025.
Indeks ini digunakan untuk mengukur kesiapan dan daya saing provinsi-provinsi di Indonesia dalam mengembangkan ekosistem pariwisata ramah Muslim, sekaligus mendukung visi Indonesia sebagai pusat pariwisata halal dunia.
IMTI mengadopsi kerangka kerja ACES (Access, Communication, Environment, Services) yang juga digunakan dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) — standar global dalam penilaian pariwisata ramah Muslim.
Melalui kerangka ini, IMTI berfungsi sebagai alat strategis untuk menilai kekuatan daerah, mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan, dan memperkuat daya saing industri pariwisata nasional.
Lima Provinsi Terbaik
Dalam IMTI 2025, penilaian dilakukan terhadap 15 provinsi unggulan, yakni Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Barat, Bengkulu, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan DI Yogyakarta.
Hasilnya, Jawa Barat menempati posisi teratas dengan skor total 69,6, naik signifikan dari posisi keenam pada edisi sebelumnya. Menyusul di bawahnya adalah Sumatra Barat, Nusa Tenggara Barat, Aceh, dan Jawa Tengah.
Peringkat selanjutnya ditempati oleh Banten, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Gorontalo, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, Riau, dan Bengkulu.
Komitmen Menuju Pusat Wisata Halal Dunia
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, memiliki potensi luar biasa untuk menjadi destinasi utama wisata ramah Muslim.
“Indonesia menjadi rumah bagi lebih dari 230 juta Muslim. Dengan keunggulan kompetitif yang unik, skala dan potensi tersebut seharusnya menjadikan kita yang terdepan dalam pariwisata ramah Muslim,” ujar Widiyanti dalam The 7th International Halal in Tourism Summit 2025 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (9/10/2025).
Menurutnya, IMTI bukan sekadar alat ukur, melainkan panduan strategis dalam menyelaraskan standar dan sertifikasi agar layanan ramah Muslim konsisten di seluruh wilayah Indonesia.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















