
“Saksi, sopir angkot bernama Irpan, melihat korban tercebur ke aliran Sungai Cisadane. Sempat menepi, tapi saat diteriaki warga, korban loncat kembali,” ujar Adam.
Pada saat kejadian, kondisi Sungai Cisadane dalam keadaan debit air sangat tinggi dengan arus yang deras. Hal ini menyulitkan upaya pencarian dan diduga menjadi penyebab korban terbawa hanyut hingga tiga kilometer dari lokasi awal.
Tim gabungan yang terdiri dari petugas BPBD Kabupaten Bogor, kepolisian, dan relawan terus melakukan penelusuran sepanjang aliran sungai sejak kejadian dilaporkan hingga akhirnya menemukan jenazah korban dua hari kemudian.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Rumpin, AKP Suyoko, mengungkapkan bahwa Rusdi diduga memiliki masalah keluarga yang menjadi beban pikiran. Setelah bertemu dengan keluarga korban, polisi mendapat keterangan bahwa Rusdi memiliki persoalan pribadi yang cukup berat.
“Karena semalam sudah ketemu keluarganya, ternyata dia ada beban pikiran soal persoalan pribadi, kata keluarganya,” jelas Suyoko pada Kamis (9/10/2025), sehari setelah kejadian.
Rusdi diketahui sudah menikah dan memiliki anak, namun saat ini tengah menjalani masa pisah dengan istrinya. Kondisi rumah tangga yang tidak harmonis ini diduga menjadi pemicu tekanan mental yang dialami korban.
“Ya, dia sudah nikah, punya anak, tapi sekarang lagi pisah sama istrinya. Mungkin bebannya dari situ,” tambah Suyoko.
Editor : Rifki Ramadhan
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















