Pria yang Nekat Lompat dari Jembatan Gerendong Ditemukan Tewas

BOGORTODAY.COM – Rusdi (53), pria asal Kecamatan Tajurhalang yang nekat melompat dari Jembatan Gerendong ke aliran Sungai Cisadane dua hari lalu, akhirnya ditemukan tewas di Kampung Blok Pancur, Desa Cibeuteung Muara, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat,  Jumat (10/10/2025) pukul 11.33 WIB.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, mengonfirmasi penemuan jenazah korban sekitar tiga kilometer dari lokasi awal kejadian.

“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di Kampung Blok Pancur RT 01 RW 03, Desa Cibeuteung Muara, Kecamatan Ciseeng,” katanya.

Jenazah Rusdi ditemukan warga yang tengah memancing di sekitar aliran Sungai Cisadane. Tim gabungan yang melakukan penelusuran sungai sejak kejadian terjadi langsung mengevakuasi jenazah setelah mendapat informasi dari warga.

Adam menjelaskan, jarak lokasi penemuan yang cukup jauh dari titik awal kejadian menunjukkan kuatnya arus Sungai Cisadane yang membawa korban terhanyut.

“Ditemukan oleh warga yang sedang memancing dan langsung dievakuasi oleh tim yang sedang menyusuri sungai, sekitar tiga kilometer dari titik awal kejadian,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Bupati Bogor Cup 2026 Jadi Wadah Pemersatu dan Perekat Kekompakan Wartawan Kota dan Kabupaten

Tragedi ini bermula, Rabu (8/10/2025) sekitar pukul 18.40 WIB ketika Rusdi tiba-tiba melompat dari Jembatan Gerendong yang melintasi Sungai Cisadane di Kecamatan Rumpin. Seorang saksi mata, Irpan, seorang sopir angkot, melihat kejadian tersebut dan menyaksikan korban tercebur ke aliran sungai.

Yang mengejutkan, Rusdi sempat terlihat menepi ke tepi sungai setelah terjun. Namun, ketika warga berteriak dan berusaha menolongnya, pria lansia itu justru melompat kembali ke tengah arus sungai yang deras.

“Saksi, sopir angkot bernama Irpan, melihat korban tercebur ke aliran Sungai Cisadane. Sempat menepi, tapi saat diteriaki warga, korban loncat kembali,” ujar Adam.

Pada saat kejadian, kondisi Sungai Cisadane dalam keadaan debit air sangat tinggi dengan arus yang deras. Hal ini menyulitkan upaya pencarian dan diduga menjadi penyebab korban terbawa hanyut hingga tiga kilometer dari lokasi awal.

BACA JUGA :  Tempuh 7 Kilometer, Puluhan Pegawai Perumda Tirta Pakuan Angkut Sampah di Sungai Cisadane

Tim gabungan yang terdiri dari petugas BPBD Kabupaten Bogor, kepolisian, dan relawan terus melakukan penelusuran sepanjang aliran sungai sejak kejadian dilaporkan hingga akhirnya menemukan jenazah korban dua hari kemudian.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Rumpin, AKP Suyoko, mengungkapkan bahwa Rusdi diduga memiliki masalah keluarga yang menjadi beban pikiran. Setelah bertemu dengan keluarga korban, polisi mendapat keterangan bahwa Rusdi memiliki persoalan pribadi yang cukup berat.

“Karena semalam sudah ketemu keluarganya, ternyata dia ada beban pikiran soal persoalan pribadi, kata keluarganya,” jelas Suyoko pada Kamis (9/10/2025), sehari setelah kejadian.

Rusdi diketahui sudah menikah dan memiliki anak, namun saat ini tengah menjalani masa pisah dengan istrinya. Kondisi rumah tangga yang tidak harmonis ini diduga menjadi pemicu tekanan mental yang dialami korban.

“Ya, dia sudah nikah, punya anak, tapi sekarang lagi pisah sama istrinya. Mungkin bebannya dari situ,” tambah Suyoko.

Bagi Halaman

Editor : Rifki Ramadhan

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================