Duh! Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara di Nanggung Rawan Longsor, Kades Minta Pemkab Bangunkan TPT 

BOGORTODAY.COM – Kepala Desa Batu Tulis, Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor, Ade Danu, menceritakan kondisi lokasi situs Prasasti Pasir Jambu Kolengkak atau yang sering disebut dengan prasasti batu tulis yang berada di wilayahnya masih terjaga dengan baik, namun perlunya adanya pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di sekitar lokasi.

“Prasasti Jambu Kolengkak dahulunya dibina atau dibawah naungan Serang, Banten dan sekarang diserahkan ke Jawa Barat kurang lebih sekitar satu tahun,” kata Ade Dan, Jumat (10/10/2025).

Ade Danu mengatakan bahwa prasasti ini merupakan salah satu peninggalan leluhur yang sangat berharga dan perlu dijaga dan dilestarikan.

“Akses jalannya lumayan dan sudah saya aspal juga hanya saja waktu itu sempat terjadi ada pergeseran tanah tetapi kalau untuk jembatannya sudah kami bangun tinggal perapian,” ucapnya.

BACA JUGA :  Studi Ungkap Diet Intermittent Tak Hanya Turunkan Berat Badan, tetapi Juga Mempengaruhi Fungsi Otak

Saat ini, kata dia, perlunya dibangun Tembok Penahan Tanah (TPT) disekitar lokasi prasasti tersebut guna mencegah terjadinya kejadian yang tak diinginkan seperti longsor.

“Kami memohon agar Pemerintah Kabupaten Bogor melalui pihak terkait untuk membangun TPT dan merapihkan lokasi prasasti batu tulis,” katanya.

Ade Danu menjelaskan, bahwa Pemerintah Desa memiliki keterbatasan, untuk itu dia berharap pemerintah Kabupaten Bogor melalui dinas terkait dapat membantu melestarikan situs ini agar dapat menjadi bahan edukasi bagi masyarakat.

Prasasti Jambu atau Prasasti Kolengkak berlokasi di Kampung Pasir Gintung, Desa Batu Tulis, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

BACA JUGA :  Prabowo Instruksikan Bahasa Prancis Jadi Mata Pelajaran Pilihan di Sekolah Indonesia

Prasasti Jambu adalah peninggalan bersejarah dari Kerajaan Tarumanegara yang ditemukan oleh Jonathan Rigg pada tahun 1854. Prasasti ini terkenal dengan pahatan sepasang telapak kaki dan puisi dua baris yang menyertainya, memberikan gambaran tentang kehidupan dan budaya pada masa itu.

“Kami pemerintah desa tentu memiliki keterbatasan paling hanya bisa membangun jalan di titik titik yang menjadi tanggung jawab kami tetapi kami mohon kepada pemerintah Kabupaten Bogor, kepada Bupati dan Wakil Bupati Bogor untuk membangun situs batu tulis ini,” tandasnya.

Bagi Halaman

Editor : Ilham Ariyansyah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================