
Meskipun tidak merusak usus seperti pada Celiac, menghindari gluten dapat membantu mengurangi gejala dan memperbaiki kualitas hidup penderita.
- Ataksia Gluten
Ataksia gluten juga merupakan kondisi autoimun yang menyerang sistem saraf. Akibatnya, penderita bisa mengalami gangguan koordinasi tubuh dan keseimbangan.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa diet bebas gluten dapat membantu meringankan gejala dan mencegah kerusakan saraf lebih lanjut.
- Alergi Gandum
Berbeda dari Celiac, alergi gandum terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru mengenali protein gandum sebagai ancaman. Reaksi tubuh bisa berupa:
- Gatal atau bentol pada kulit
- Sesak napas
- Nyeri perut atau mual
Orang dengan alergi gandum disarankan untuk menghindari semua produk berbahan dasar gandum, meski masih bisa mengonsumsi biji-bijian lain yang mengandung gluten seperti barley atau rye jika tidak menimbulkan reaksi.
Apakah Diet Gluten Free Diperlukan untuk Orang Sehat?
Menurut Harvard Health Publishing, belum ada bukti ilmiah kuat yang menunjukkan bahwa diet bebas gluten membawa manfaat bagi orang tanpa kondisi medis terkait gluten.
Menghindari gluten tanpa alasan medis juga bisa berisiko mengurangi asupan nutrisi penting seperti serat, zat besi, dan vitamin B kompleks yang biasanya terkandung dalam produk berbasis gandum.
Kasus toko roti gluten free palsu menjadi pengingat pentingnya kejujuran dan transparansi pelabelan pangan, terutama untuk produk yang berkaitan dengan kesehatan.
Bagi sebagian orang, gluten bukan sekadar pilihan diet, tapi bisa menjadi pemicu penyakit serius. Karena itu, konsumen perlu lebih waspada, sementara produsen wajib memastikan klaim “gluten free” benar-benar sesuai dengan standar kesehatan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















