
Bahkan, sejumlah media luar negeri menyebut angka yang lebih tinggi.
Media olahraga Turki melaporkan bahwa Kluivert mendapat kompensasi sebesar Rp2,3 miliar per bulan terkait sengketa dengan klub Adana Demirspor, tempat ia melatih sebelum datang ke Indonesia.
Klub tersebut disebut belum membayar utang sebesar 142 ribu euro kepada sang pelatih dan dijatuhi sanksi larangan transfer tiga periode oleh FIFA.
Besaran gaji dan ekspektasi tinggi inilah yang membuat banyak pihak kini menuntut hasil konkret.
Sayangnya, performa Timnas Indonesia di bawah asuhan Kluivert justru menunjukkan tren menurun.
Nasib di Tangan PSSI
Dengan gagalnya Indonesia menembus fase berikutnya di kualifikasi, masa depan Kluivert bersama Timnas kini menjadi tanda tanya besar.
Publik menilai PSSI perlu mengambil keputusan tegas apakah akan mempertahankannya atau mengakhiri kontrak lebih cepat.
Bagi sebagian pendukung, kegagalan ini menjadi pelajaran penting bahwa nama besar tidak selalu menjamin keberhasilan di lapangan.
Sementara bagi Kluivert, masa kepelatihannya di Indonesia bisa jadi menjadi ujian terberat dalam kariernya sebagai pelatih.
Apakah kamu ingin saya lanjutkan dengan artikel lanjutan tentang reaksi media luar negeri terhadap kegagalan Kluivert di Indonesia (termasuk komentar dari Voetbal Primeur dan pengamat Belanda)?
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















