BOGORTODAY.COM – Mengantuk setelah makan siang sering dianggap hal yang wajar. Namun, jika rasa kantuk datang berlebihan hingga menurunkan produktivitas, bisa jadi penyebabnya bukan hanya kurang tidur, melainkan apa yang Anda makan.
Sebuah riset terbaru yang diterbitkan di jurnal Lancet eBioMedicine menemukan bahwa jenis makanan tertentu dapat memicu rasa kantuk di siang hari.
Studi ini mengidentifikasi sejumlah molekul darah yang berperan dalam menimbulkan rasa kantuk, bahkan yang bisa berlangsung lama dan mengganggu aktivitas harian.
Makanan yang Bikin Mengantuk di Siang Hari
Menurut hasil penelitian tersebut, dua kelompok zat dalam makanan berperan besar terhadap munculnya kantuk setelah makan, yaitu tiramin dan sfingomielin.
- Makanan tinggi tiramin
Tiramin merupakan senyawa alami yang terbentuk dari pemecahan asam amino tirosin. Zat ini banyak ditemukan dalam makanan yang mengalami proses fermentasi atau pematangan, seperti:
- Keju tua
- Tahu
- Kimchi
- Salami
Menurut dietisien Scott Keatley, seperti dikutip dari Women’s Health Magazine, tiramin dapat mengganggu keseimbangan neurotransmiter seperti serotonin dan melatonin — dua hormon penting yang mengatur siklus tidur dan bangun.
“Beberapa makanan, terutama makanan fermentasi tinggi tiramin, dapat mengubah kadar neurotransmiter, sehingga menyebabkan rasa pusing atau kantuk yang lebih parah,” jelasnya.
- Makanan yang mengandung sfingomielin
Selain tiramin, peneliti juga menyoroti peran sfingomielin, sejenis lemak yang banyak ditemukan pada produk hewani seperti:
- Telur
- Susu
- Daging
Sfingomielin diketahui memengaruhi fungsi saraf dan proses metabolisme otak. Kadar sfingomielin yang tinggi dalam darah setelah makan dapat memperlambat aktivitas sistem saraf pusat, sehingga tubuh menjadi lebih rileks dan cenderung mengantuk.
Temuan Riset
Peneliti menganalisis 877 jenis metabolit, yaitu molekul kecil hasil metabolisme tubuh yang dipengaruhi oleh pola makan dan hormon.
Data ini diperoleh dari lebih dari 6.000 partisipan dalam Hispanic Community Health Study/Study of Latinos, sebuah studi populasi besar di Amerika Serikat.
Hasilnya menunjukkan hubungan kuat antara tingginya kadar tiramin dan sfingomielin dalam darah dengan peningkatan rasa kantuk pada siang hari, bahkan setelah waktu tidur malam yang cukup.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















