
Bandara Internasional Navi Mumbai dijanjikan akan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih cepat dan efisien.
Pihak bandara menyebut akan menghadirkan antrean lebih pendek, check-in biometrik, serta konektivitas yang lebih lancar.
Adani Group menargetkan bandara ini mampu melayani 20 juta penumpang per tahun pada tahap awal, dan akan diperluas hingga 90 juta penumpang dalam beberapa tahun mendatang.
Yang menarik, bandara ini akan menjadi bandara pertama di India yang terhubung dengan taksi air, selain memiliki koneksi langsung ke kereta cepat, metro bawah tanah, dan jaringan jalan raya utama.
Cerminan Pertumbuhan Ekonomi India
Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyebut pembangunan bandara ini sebagai “cerminan dari negara yang sedang tumbuh pesat.” Menurutnya, bandara ini akan menjadi simbol modernisasi dan kebangkitan ekonomi India.
Dalam satu dekade terakhir, jumlah bandara di India meningkat pesat — dari 74 bandara pada 2014 menjadi 160 pada 2024.
Menurut data International Air Transport Association (IATA), India kini menempati posisi pasar penerbangan terbesar ketiga dunia berdasarkan jumlah penumpang yang berangkat, berada di belakang Amerika Serikat dan China.
Sekitar 174 juta penumpang melakukan perjalanan udara dari dan di dalam India pada 2024, mencakup sekitar 4,2% dari total global.
Dengan kehadiran Bandara Internasional Navi Mumbai, India semakin menegaskan ambisinya untuk menjadi pusat transportasi udara terbesar di Asia, sekaligus menantang dominasi bandara ikonik seperti Changi di Singapura dan Incheon di Korea Selatan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















