
Saat dikunyah, kristal ini dapat menggores jaringan halus di dalam mulut, membuatnya lebih sensitif terhadap asam.
Meski terasa menyengat, efeknya tidak berbahaya. Di alam, raphides berfungsi melindungi tanaman dari serangan hewan pemakan daun.
- Enzim Bromelain: Pengurai Protein di Lidah
Selain raphides, nanas juga mengandung bromelain, enzim alami yang berfungsi menguraikan protein. Dalam dunia kuliner, enzim ini digunakan untuk melunakkan daging.
Namun, di dalam mulut, bromelain justru mengurai protein pelindung di permukaan lidah. Akibatnya, jaringan lidah menjadi lebih terbuka dan mudah teriritasi oleh asam buah, memunculkan sensasi “terbakar”.
- Aman atau Berbahaya?
Selama hanya terasa perih ringan, efek ini tidak berbahaya. Tubuh akan memulihkan diri dalam waktu singkat.
Namun, jika muncul pembengkakan, sesak napas, atau gatal hebat, bisa jadi itu reaksi alergi sesungguhnya, dan perlu segera diperiksakan ke dokter.
- Tips Menikmati Nanas Tanpa Rasa Perih
Kabar baiknya, kamu bisa tetap menikmati nanas tanpa khawatir lidah perih. Berikut caranya:
- Panggang atau rebus nanas sebelum dimakan untuk menonaktifkan enzim bromelain.
- Rendam nanas dalam air garam ringan selama beberapa menit sebelum disajikan.
- Konsumsi bersama yogurt atau susu, karena protein susu membantu menetralkan efek enzim di mulut.
- Pilih nanas yang sudah matang sempurna, karena kadar asamnya lebih rendah.
Dengan sedikit trik, kamu bisa menikmati segarnya nanas tanpa rasa tidak nyaman di lidah!
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














