Pemkot dan APJATEL Tertibkan Kabel Udara di Jalak Harupat, Dorong Kota Bogor Lebih Estetik

Kabel Udara
Pemkot dan APJATEL Tertibkan Kabel Udara di Jalak Harupat, Dorong Kota Bogor Lebih Estetik. (Foto: Aditya/Bogortoday.com)

BOGORTODAY.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) menertibkan kabel udara di Jalan Jalak Harupat, Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Selasa (14/10/2025).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, didampingi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), serta Komisi I DPRD Kota Bogor.

Penertiban dilakukan sebagai bagian dari upaya menjadikan Kota Bogor lebih estetik dan tertib tata ruang. Setelah ditertibkan, seluruh kabel udara di kawasan tersebut akan diganti dengan jaringan bawah tanah.

“Saya bersama Dinas PUPR dan APJATEL menindaklanjuti penataan agar Kota Bogor terlihat lebih estetik dengan memindahkan kabel udara ke dalam tanah. Hari ini dilakukan pemutusan kabel eksisting yang tersisa setelah pembangunan infrastruktur bawah tanah sebelumnya,” ujar Jenal usai kegiatan di kawasan Lapangan Sempur.

Menurutnya, sepanjang tahun 2025 penertiban kabel udara ditargetkan mencapai 17 kilometer. Namun, hingga saat ini realisasi baru sekitar 4,8 kilometer. Adapun sebagian lokasi yang belum tertangani merupakan jalan-jalan provinsi dan nasional yang masih menunggu proses perizinan dari pemerintah pusat.

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Dorong Budaya Literasi Lewat Out of The Boox 2026

“Beberapa ruas seperti Jalan Pajajaran, Suryakencana, Aryawinata, Merdeka, RE Martadinata, dan Sudirman masih dalam tahap pengajuan izin. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar prosesnya bisa dipercepat,” jelasnya.

Jenal menambahkan, pihaknya juga meminta APJATEL untuk menjaga kerapihan dan keamanan aset di titik-titik yang belum dilakukan pemindahan kabel. Salah satu upayanya melalui sistem wrapping atau perapihan kabel agar tidak membahayakan masyarakat maupun mengganggu estetika kota.

Wakil Wali Kota Bogor itu juga menegaskan bahwa program pemindahan kabel udara ke bawah tanah merupakan bagian dari perhatian pemerintah pusat, termasuk Presiden RI, terhadap keindahan tata kota.

“Ini menjadi atensi Presiden, selain penataan reklame dan billboard. Kami ingin estetika Kota Bogor semakin baik, aman, dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jenal menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak swasta melalui APJATEL. Pemkot Bogor tidak menarik biaya sewa tanah, karena proyek ini menjadi bentuk investasi swasta dalam menjaga aset mereka agar lebih aman dan tertata.

BACA JUGA :  Prabowo Bertemu Menlu Turki di Hambalang, Bahas Timur Tengah hingga Pemulangan Relawan Indonesia

“Program ini tidak hanya untuk Kota Bogor, tapi juga menjadi gerakan nasional. Kami harap semua pihak dapat menjaga komitmen dan mendukung penataan ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Rr. Juniarti Estiningsih, menjelaskan bahwa penertiban di Jalan Jalak Harupat melibatkan pemotongan kabel dari 18 provider sepanjang 935 meter.

“Pemotongan kabel dilakukan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota dan perwakilan DPRD. Penertiban akan terus berlanjut bersama APJATEL sesuai arahan Wali Kota Dedie A. Rachim dan Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin,” jelas Esti.

Ia menegaskan, penertiban kabel udara ini tidak hanya bertujuan memperindah kota, tetapi juga untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan dengan mengurangi risiko bahaya dari kabel-kabel yang melintang di udara.

“Kami terus berkomitmen melakukan perapihan secara bertahap agar wajah Kota Bogor semakin tertata dan nyaman bagi masyarakat,” pungkasnya.

Bagi Halaman

Editor : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================