
Prabowo, “Diplomat in Chief” Indonesia
Eddy yang juga doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia menilai, dalam strategi diplomasi untuk mewujudkan perdamaian Gaza, Presiden Prabowo bukan hanya berperan sebagai Commander in Chief, tetapi juga sebagai Diplomat in Chief yang efektif.
“Sebagai Diplomat in Chief, kita dapat menyaksikan bagaimana Presiden Prabowo menjadi tokoh sentral di berbagai forum internasional. Ia mampu menjalin hubungan baik dengan berbagai pihak, mulai dari Rusia dan China di satu sisi, hingga Presiden Amerika Serikat Donald Trump di sisi lain,” kata Eddy.
Ia menambahkan, hal ini menunjukkan semakin pentingnya posisi Indonesia dalam diplomasi global dan dinamika politik internasional.
Momentum Strategis bagi Indonesia
Menurut Eddy, posisi Indonesia yang semakin kuat di kancah internasional harus dimanfaatkan secara maksimal.
Selain memperkuat peran diplomasi, momentum ini membuka peluang besar bagi Indonesia di bidang investasi, ekonomi, dan kerja sama pembiayaan.
“Strategi diplomasi Presiden Prabowo membuka peluang bagi Indonesia untuk semakin berperan aktif di dunia internasional. Ini termasuk kerja sama di bidang investasi, pariwisata, ekonomi, hingga transisi energi menuju kemandirian pangan dan energi nasional,” ujarnya.
Eddy pun menegaskan bahwa keberhasilan diplomasi Presiden Prabowo di KTT Sharm El-Sheikh menjadi titik penting bagi pemerintah untuk menindaklanjuti berbagai peluang kerja sama strategis yang lahir dari pengakuan internasional terhadap kepemimpinan Indonesia.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















