
BOGORTODAY.COM – Proyek pembangunan saluran air di ruas Jalan Trans Yogi menuju Jakarta, tepatnya di pertigaan Metland, Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, menuai keluhan warga.
Meski pengerjaan proyek baru mencapai setengah jalan, sebagian ruas sudah tampak amblas. Kondisi tersebut membuat jalan hanya bisa dilalui sebagian kendaraan, sementara sebagian lainnya ditutup menggunakan pelat besi sebagai penanganan sementara.
Endeng (28), pedagang kopi keliling yang biasa berjualan di sekitar Metland, menyayangkan kondisi tersebut. Ia menilai kerusakan yang terjadi menunjukkan lemahnya kualitas pengerjaan proyek.
“Itu baru setengah jadi tapi sudah ada yang amblas. Dikerjakan belum lama, tapi kelihatannya asal-asalan. Sekarang cuma bisa dilewatin sebagian, itu juga ditutupin pelat besi,” ujar Endeng, Rabu (15/10).
Ia menegaskan, ruas jalan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat dari berbagai wilayah.
“Itu jalan utama penghubung Jonggol, Cileungsi, sampai Cibubur. Warga dari segala arah beraktivitas lewat sini. Kalau jalan amblas, bisa bahaya dan bikin macet,” tambahnya.
Keluhan serupa disampaikan Irman, pengguna jalan asal Cikeas yang setiap hari melintasi jalur tersebut menuju tempat kerjanya di Cibitung, Bekasi.
“Saya tiap hari lewat sini dari Cikeas ke Cibitung. Ini jalan penting, tapi belum selesai sudah rusak. Pelaksananya harus ditegur. Jangan sampai anggaran besar tapi hasilnya tidak layak,” ujarnya.
Warga pun mendesak agar pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek serta mempercepat perbaikan demi keselamatan pengguna jalan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun dinas terkait. CR4
Bagi HalamanEditor : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















