
Akibatnya, mikrobioma usus menjadi kurang beragam dan berisiko menyebabkan peradangan kronis.
- Makanan dengan Gula Tambahan
Konsumsi berlebihan makanan manis seperti permen, kue, atau es krim dapat mengganggu bakteri baik di usus.
Gula tambahan juga berpotensi menimbulkan kram perut, diare, dan pertumbuhan mikroba jahat di sistem pencernaan.
- Gorengan
Makanan yang digoreng dalam minyak banyak atau berulang kali mengandung lemak jenuh dan trans tinggi.
Pola makan seperti ini dapat menurunkan keragaman mikrobioma usus serta mendorong pertumbuhan bakteri berbahaya.
- Alkohol
Selain merusak hati, alkohol juga berdampak buruk pada kesehatan usus. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker esofagus, lambung, dan usus besar, serta memicu gas, kembung, dan feses encer.
Menjaga kesehatan usus tidak hanya soal menghindari makanan berisiko, tetapi juga menyeimbangkannya dengan asupan serat, prebiotik, dan probiotik dari buah, sayuran, serta makanan fermentasi seperti yogurt atau kimchi.
Dengan begitu, mikrobioma usus tetap seimbang, pencernaan lancar, dan daya tahan tubuh terjaga optimal.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















