
BOGORTODAY.COM – Apa pun yang Anda konsumsi akan melewati usus. Karena itu, menjaga asupan makanan sangat penting agar kesehatan usus dan mikrobioma di dalamnya tetap seimbang. Bila tidak, gangguan pencernaan, peradangan, hingga penyakit kronis bisa muncul.
Usus manusia dihuni oleh triliunan bakteri, virus, jamur, dan mikroba lain. Kumpulan mikroorganisme ini disebut mikrobioma usus, yang berperan penting dalam pencernaan, sistem kekebalan tubuh, metabolisme, hingga fungsi otak.
“Mikrobioma usus sangat penting untuk kesejahteraan secara keseluruhan karena berperan dalam perkembangan sistem imun, metabolisme, dan bahkan fungsi kognitif,” jelas ahli gizi Alma Simmons, dikutip dari Good Housekeeping.
Namun, tidak semua makanan baik untuk mikrobioma. Beberapa jenis makanan justru bisa merusak keseimbangan flora usus dan menimbulkan masalah kesehatan. Berikut beberapa di antaranya:
- Daging Olahan
Daging olahan seperti sosis, ham, atau bacon dapat menurunkan jumlah bakteri “baik” di usus. Ketidakseimbangan ini berkaitan dengan obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
Studi juga menunjukkan konsumsi daging merah berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker usus besar.
- Makanan Ultra-Proses
Makanan ultra-proses (ultra-processed food/UPF) biasanya mengandung pengemulsi, pengawet, gula tambahan, dan garam tinggi.
“Bahan aditif ini dapat mengganggu mikrobioma dan memicu peradangan, meningkatkan risiko penyakit radang usus seperti Crohn dan kolitis ulseratif,” ujar praktisi kesehatan Anish A. Sheth.
- Pemanis Buatan
Aspartam, asesulfam-K, sukralosa, dan sakarin merupakan contoh pemanis buatan yang dapat mengganggu keseimbangan mikroba usus jika dikonsumsi berlebihan. Dalam jangka panjang, hal ini bisa memicu intoleransi glukosa dan masalah metabolisme.
- Biji-Bijian Olahan
Produk seperti roti putih, mi instan, pasta, atau pizza mengandung biji-bijian olahan yang sudah kehilangan sebagian besar serat alaminya.
Akibatnya, mikrobioma usus menjadi kurang beragam dan berisiko menyebabkan peradangan kronis.
- Makanan dengan Gula Tambahan
Konsumsi berlebihan makanan manis seperti permen, kue, atau es krim dapat mengganggu bakteri baik di usus.
Gula tambahan juga berpotensi menimbulkan kram perut, diare, dan pertumbuhan mikroba jahat di sistem pencernaan.
- Gorengan
Makanan yang digoreng dalam minyak banyak atau berulang kali mengandung lemak jenuh dan trans tinggi.
Pola makan seperti ini dapat menurunkan keragaman mikrobioma usus serta mendorong pertumbuhan bakteri berbahaya.
- Alkohol
Selain merusak hati, alkohol juga berdampak buruk pada kesehatan usus. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker esofagus, lambung, dan usus besar, serta memicu gas, kembung, dan feses encer.
Menjaga kesehatan usus tidak hanya soal menghindari makanan berisiko, tetapi juga menyeimbangkannya dengan asupan serat, prebiotik, dan probiotik dari buah, sayuran, serta makanan fermentasi seperti yogurt atau kimchi.
Dengan begitu, mikrobioma usus tetap seimbang, pencernaan lancar, dan daya tahan tubuh terjaga optimal.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















