
“Kemarin dari provinsi karena warga yang terdampak itu warga desa, jadi data itu diminta oleh DPMD Provinsi Jabar. Terus diverifikasi semuanya, kemungkinan ada pengurangan setelah dicek validasinya,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pemerintah akan menyalurkan bantuan bagi warga terdampak, namun bentuk bantuan tersebut masih dalam proses pembahasan.
“Kalau dari delapan desa itu, kalau tidak berupa bantuan uang, ya berupa padat karya tunai, jangan uang murni, karena berisiko menimbulkan kecemburuan,” ujarnya.
Dari hasil pendataan, jumlah warga terdampak mencapai sekitar 4.000 jiwa. Desa Renggasjajar menjadi wilayah dengan jumlah terdampak paling besar, mencapai sekitar 1.800 jiwa, disusul Desa Batujajar sebanyak 1.400 jiwa. Sementara itu, desa lain seperti Tegalega melaporkan sekitar 330 orang yang kehilangan pekerjaan akibat penutupan tambang.
“Kalau angka data yang terdampak Renggas Jajar itu sampai 1.800 jiwa itu paling besar. Kemudian Batujajar 1.400 selebihnya sedikit seperti Tegalega sekitaran 3.30 orang kemungkinan kurang lebih diangka 4 ribu jiwa semuanya,” pungkasnya.
Editor : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















