
Supriyati juga meminta kepada Disdik Kabupaten Bogor untuk membuatkan satu unit toilet di sekolahnya untuk mengimbangi dengan jumlah orang
“Kami juga minta satu unit toilet siswa, karena dengan jumlah siswa 220 anak, dan dengan jumlah 10 guru, 1 operator dan 1 penjaga itu sangat kurang. Karena kami hanya punya MCK satu unit dengan empat pintu,” jelasnya.
Pihak sekolah juga mengeluhkan karena minimnya drainase di sekitar sekolah tersebut. Ia menyebut, selain banjir, sampah juga menjadi masalah setelah hujan
“Karena sekolah kami itu dataran lebih rendah jadi ketika hujan air mengalir dan masuk ke sekolah. Sesudah banjir itu pastinya meninggalkan bekas sampah. Kalau adanya gorong-gorong minimal bisa meminimalisir air hujan yang turun masuk ke halamanan sekolah kami,” tutup dia. ***
Editor : Aditya Nugraha
Wartawan : Rifki Ramadhan
Sumber : Metrobogor
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















