
Lebih jauh, Reza menambahkan bahwa mikroplastik bisa menjadi pembawa bahan kimia tambahan dari proses produksi plastik maupun polutan lain yang menempel di permukaannya.
Dampak Mikroplastik bagi Kesehatan
Walau ukurannya sangat kecil, mikroplastik dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan manusia. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa partikel-partikel ini dapat diserap oleh tubuh dan berinteraksi dengan sistem biologis manusia.
Menurut komite gabungan FAO dan WHO, ada beberapa potensi risiko yang perlu diwaspadai:
- Gangguan Endokrin (Hormon)
Zat aditif dalam plastik, seperti ftalat atau BPA, dapat mengganggu sistem endokrin dan hormonal tubuh manusia. Hal ini berpotensi memengaruhi keseimbangan hormon serta fungsi reproduksi. - Gangguan Kekebalan Tubuh
Mikroplastik yang sangat kecil bisa masuk ke pembuluh darah kapiler dan berinteraksi dengan sistem imun. Beberapa studi menduga, interaksi ini dapat memicu perubahan DNA dan inflamasi jangka panjang.
Apa yang Bisa Dilakukan?
Meski belum ada bukti kuat bahwa mikroplastik di air hujan langsung membahayakan tubuh manusia, fenomena ini menjadi pengingat penting tentang polusi plastik di perkotaan.
Langkah yang bisa dilakukan antara lain:
- Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai,
- Meningkatkan pengelolaan limbah dan daur ulang,
- Menghindari pembakaran sampah plastik terbuka,
- Serta mendukung riset dan kebijakan pengendalian polusi mikroplastik.
Air hujan yang mengandung mikroplastik adalah cermin dari aktivitas manusia modern — dari pakaian yang kita kenakan hingga sampah yang kita hasilkan.
Meski tidak perlu panik, kesadaran untuk mengurangi polusi plastik adalah langkah penting untuk menjaga bumi dan kesehatan kita bersama.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















