Malaysia Mantapkan Diri sebagai Pusat Pariwisata Medis Asia, Bidik Pendapatan Rp45 Triliun pada 2030

Ekspansi pariwisata medis di kawasan seperti Malaysia, Turki, Uni Emirat Arab (UEA), Vietnam, Filipina, dan India disebutBMI akan mendorong terbentuknya peluang kemitraan publik-swasta, sekaligus membuka investasi baru di sektor infrastrukturkesehatan dan industri alat medis.

Malaysia sendiri telah membuktikan keberhasilannya selamasatu dekade terakhir sebagai destinasi utama wisatawankesehatan di Asia-Pasifik.

Menariknya, Indonesia masih menjadi pasar terbesar bagi sektorwisata medis Malaysia, dengan kontribusi sekitar 70–80 persendari total wisatawan medis setiap tahunnya.

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Cetak Sejarah, Rapat Paripurna HJB ke-544 Digelar di Pelosok Kabupaten Bogor

Salah satu alasan utama tingginya minat tersebut adalah biayalayanan kesehatan di Malaysia yang jauh lebih terjangkaudibanding negara maju, tanpa mengorbankan kualitas dan fasilitas.

Banyak pasien asal Indonesia datang untuk menjalani perawatanspesialis, operasi, hingga medical check-up menyeluruh.

Melalui visi jangka panjang dan kolaborasi lintas sektor, Malaysia bertekad menjadikan pariwisata medis sebagai pilar utama ekonomi nasional.

Dengan target pendapatan Rp45 triliun pada 2030, negara initidak hanya ingin dikenal sebagai tujuan wisata alam dan budaya, tetapi juga pusat layanan kesehatan kelas dunia di Asia Tenggara.

BACA JUGA :  Korsleting Listrik Lumat Rumah di Desa Pasarean Bogor

Dengan strategi yang terukur dan dukungan global, Malaysia tampaknya siap memperkuat posisinya sebagai “The Healthcare Gateway of Asia”, menarik wisatawan dari seluruh dunia — termasuk dari Indonesia — untuk menikmati layanan kesehatanunggul dengan sentuhan keramahan khas Negeri Jiran.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================