Manfaat Lengkuas untuk Kesehatan, dari Cegah Infeksi hingga Tingkatkan Kesuburan

Lengkuas
Ilustrasi Lengkuas. (Foto: iStok)

BOGORTODAY.COM Lengkuas telah dikenal sebagai rempah serbaguna sejak ribuan tahun lalu, terutama dalam pengobatan tradisional Tiongkok dan Ayurveda.

Tanaman yang masih satu keluarga dengan jahe dan kunyit ini tidak hanya memperkaya cita rasa masakan, tetapi juga menyimpan segudang khasiat menakjubkan bagi tubuh.

Lengkuas atau galangal merupakan akar dari tanaman keluarga Zingiberaceae. Jenis yang paling sering digunakan adalah Alpinia officinarum atau lesser galangal.

Mirip seperti jahe, lengkuas bisa dikonsumsi dalam bentuk segar, dimasak, atau dijadikan ekstrak.

Selain menjadi bumbu andalan di berbagai masakan Asia, rempah ini dipercaya mampu membantu melawan infeksi, meredakan peradangan, hingga menjaga kesuburan pria.

BACA JUGA :  Menjemput Keberkahan: Panduan Sunnah Rasulullah SAW Sebelum dan Sesudah Tidur

Berikut beberapa manfaat lengkuas untuk kesehatan yang dirangkum dari Healthline:

  1. Kaya Antioksidan

Lengkuas merupakan sumber alami antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Kandungan polyphenol di dalamnya juga berperan dalam meningkatkan daya ingat, menurunkan kadar gula darah, dan mengurangi kolesterol jahat (LDL).

Sejumlah penelitian menyebutkan, senyawa ini berpotensi menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

  1. Potensi Melawan Kanker
BACA JUGA :  Hilang Kendali, Truk Boks Hantam Tiang dan Motor di Bogor

Senyawa aktif bernama galangin dalam lengkuas diketahui memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan berbagai jenis sel kanker.

Studi laboratorium menunjukkan efek positif terhadap sel kanker usus besar, payudara, hati, dan kulit.

Meski begitu, para ahli menegaskan bahwa penelitian lanjutan pada manusia masih diperlukan untuk memastikan efektivitasnya secara klinis.

  1. Meningkatkan Kesuburan Pria

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ekstrak lengkuas dan buah delima dapat meningkatkan motilitas sperma hingga 62% pada pria dengan kualitas sperma rendah.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================