Bangkitkan Semangat Bermain, Dispora Kota Bogor Hidupkan Kembali Olahraga Tradisional Anak

Olahraga Tradisional
Dispora Kota Bogor Ajarkan Anak Nilai Kehidupan Lewat Permainan Tradisional. (Foto: Bogortoday.com)

BOGORTODAY.COM – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor berupaya mengembalikan semangat kebersamaan dan permainan tradisional lewat Invitasi Olahraga Tradisional (Oltrad) tingkat SD se-Kota Bogor tahun 2025, yang digelar di Taman Heulang, Kecamatan Tanah Sareal, Selasa (21/10/2025).

Kegiatan ini diikuti ratusan pelajar dari enam kecamatan dan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, mewakili Wali Kota Bogor.

Olahraga tradisional bukan sekadar lomba, tapi sarana anak-anak berinteraksi, belajar sportivitas, dan menumbuhkan rasa gotong royong,” ujar Denny.

Denny berharap ajang ini dapat menjadi wadah positif bagi anak-anak untuk menyalurkan energi dan kreativitas di luar dunia digital. Ia juga mendorong para pelajar yang berprestasi untuk mewakili Kota Bogor pada tingkat Provinsi Jawa Barat di Karawang.

BACA JUGA :  Api Lahap Tiga Kios Pasar Tohaga Parung, Diduga Korsleting CCTV

Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kota Bogor, Sultodi Mahbub, menilai Oltrad berperan penting dalam membentuk karakter generasi muda.

“Anak-anak sekarang cenderung bermain dengan gadget, padahal dulu permainan seperti hadang, dagongan, atau egrang menjadi media interaksi sosial yang sangat positif. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghidupkan kembali semangat itu,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi upaya pelestarian warisan budaya bangsa sekaligus sarana pembelajaran nilai-nilai luhur seperti disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab.

Olahraga tradisional bukan hanya hiburan, tapi juga pendidikan karakter yang membangun keseimbangan antara fisik dan mental anak,” tambah Sultodi.

BACA JUGA :  Pansus DPRD Kota Bogor Rampungkan Raperda BPBD Tipe A dalam Waktu Satu Bulan

Tahun ini, terdapat lima cabang yang dipertandingkan, yakni Hadang, Sumpitan, Dagongan, Tarompah Panjang, dan Egrang. Peserta merupakan hasil seleksi di tingkat sekolah dan kecamatan.

Andri Wahyudi, Koordinator Kontingen Bogor Timur, menyampaikan bahwa timnya mengirimkan 94 peserta dari 30 sekolah.

“Tahun ini persiapan kami lebih matang. Hadang dan Sumpitan masih jadi andalan kami, mudah-mudahan bisa membawa hasil terbaik untuk Kota Bogor,” ujarnya optimistis.

Melalui kegiatan seperti ini, Dispora Kota Bogor berharap olahraga tradisional tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga gerakan sosial untuk membentuk generasi yang sehat, berkarakter, dan tidak bergantung pada layar.

Bagi Halaman

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================