Donald Trump Diduga Tekan Presiden Ukraina untuk Serahkan Wilayah Donbas demi Perdamaian

Pasca-pertemuan, Trump menyebut melalui media sosial dan kepada wartawan bahwa pembicaraan tersebut “sangat menarik dan ramah” namun ia juga menegaskan:

“Sudah waktunya untuk menghentikan pembunuhan, dan membuat KESEPAKATAN!”

Media AS melaporkan bahwa Trump juga menyarankan agar garis depan perang “dibiarkan seperti sekarang”, yakni mempertahankan posisi masing-masing pihak, termasuk Rusia yang telah menguasai sebagian wilayah Donbas.

Dampak dan respons

  • Ukraina menolak gagasan penyerahan wilayah. Zelensky secara terbuka menyatakan bahwa konstitusi Ukraina mengharuskan referendum jika ada perubahan wilayah negara, dan perang masih berlangsung sehingga referendum belum bisa digelar.
  • Pemimpin dan diplomat Eropa serta Pakta NATO mengecam tekanan agar Ukraina membuat konsesi teritorial, dengan menegaskan bahwa agresor (Rusia) yang harus ditekan, bukan korban (Ukraina).
  • Rusia menyatakan siap untuk membahas gencatan senjata, namun menuntut penyerahan wilayah Ukraina sebagai syarat utama.
BACA JUGA :  Harga Emas Antam Turun Tajam, Kini di Level Rp 2,77 Juta per Gram

Langkah Trump ini menandai perubahan signifikan dalam pendekatan AS terhadap perang Ukraina–Rusia.

Alih-alih menegaskan dukungan tak tergoyahkan kepada Ukraina untuk mempertahankan seluruh wilayahnya, Trump tampaknya menawarkan jalur yang lebih cepat ke perdamaian dengan syarat konsesi dari pihak Ukraina — termasuk mungkin menyerahkan atau membekukan kontrol atas sebagian wilayah Donbas.

BACA JUGA :  Safari Jurnalis PWI Kabupaten Bogor Sambangi Sukajaya, Perkuat Sinergi Pers dan Masyarakat

Bagi Ukraina, ini menjadi tantangan strategis dan politik besar: Menerima konsesi semacam itu bisa dianggap pengkhianatan terhadap komitmen nasionalnya, sementara menolak berarti tetap menghadapi perang yang berkepanjangan tanpa jaminan dukungan penuh dari AS sesuai harapan.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================