
Pasca-pertemuan, Trump menyebut melalui media sosial dan kepada wartawan bahwa pembicaraan tersebut “sangat menarik dan ramah” namun ia juga menegaskan:
“Sudah waktunya untuk menghentikan pembunuhan, dan membuat KESEPAKATAN!”
Media AS melaporkan bahwa Trump juga menyarankan agar garis depan perang “dibiarkan seperti sekarang”, yakni mempertahankan posisi masing-masing pihak, termasuk Rusia yang telah menguasai sebagian wilayah Donbas.
Dampak dan respons
- Ukraina menolak gagasan penyerahan wilayah. Zelensky secara terbuka menyatakan bahwa konstitusi Ukraina mengharuskan referendum jika ada perubahan wilayah negara, dan perang masih berlangsung sehingga referendum belum bisa digelar.
- Pemimpin dan diplomat Eropa serta Pakta NATO mengecam tekanan agar Ukraina membuat konsesi teritorial, dengan menegaskan bahwa agresor (Rusia) yang harus ditekan, bukan korban (Ukraina).
- Rusia menyatakan siap untuk membahas gencatan senjata, namun menuntut penyerahan wilayah Ukraina sebagai syarat utama.
Langkah Trump ini menandai perubahan signifikan dalam pendekatan AS terhadap perang Ukraina–Rusia.
Alih-alih menegaskan dukungan tak tergoyahkan kepada Ukraina untuk mempertahankan seluruh wilayahnya, Trump tampaknya menawarkan jalur yang lebih cepat ke perdamaian dengan syarat konsesi dari pihak Ukraina — termasuk mungkin menyerahkan atau membekukan kontrol atas sebagian wilayah Donbas.
Bagi Ukraina, ini menjadi tantangan strategis dan politik besar: Menerima konsesi semacam itu bisa dianggap pengkhianatan terhadap komitmen nasionalnya, sementara menolak berarti tetap menghadapi perang yang berkepanjangan tanpa jaminan dukungan penuh dari AS sesuai harapan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














