Kades Pangkaljaya Tegaskan Komitmen Dukung Pendidikan Keagamaan pada Momentum Hari Santri 2025

Menurutnya, pemerintah perlu membangun kolaborasi antara pendidikan agama dan pendidikan umum agar tidak berjalan secara terpisah dan dapat saling menguatkan.

“Harus ada kolaborasi dengan pendidikan umum atau negeri, supaya anak-anak bisa mendapatkan dua-duanya: ilmu dunia dan ilmu agama,” ucap Taufik.

Meski memiliki perhatian besar terhadap dunia pendidikan keagamaan, ia menyebut peran pemerintah desa masih terbatas. Penentu arah pendidikan anak, tegasnya, tetap berada di tangan orang tua.

BACA JUGA :  Gugatan Nikita Mirzani Ditolak, Kuasa Hukum Reza Gladys Sebut Putusan Perkuat Argumentasi Mereka

“Untuk saat ini, desa memang belum bisa berbuat banyak secara langsung. Karena kembali lagi, hal ini sangat bergantung pada masyarakat, terutama orang tua dan anak-anaknya,” ujarnya.

Taufik berharap peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk membangkitkan kembali semangat masyarakat dalam memperkuat pendidikan agama di tengah dinamika perkembangan era digital.

BACA JUGA :  7 Kebiasaan Orang Tua yang Tanpa Disadari Bisa Menghambat Kemandirian Anak

“Agama adalah pondasi bagi setiap anak. Kalau memiliki bekal agama, insyaallah hidupnya akan terarah. Semoga semua pihak dapat terus mendukung anak-anak yang sedang menimba ilmu di pesantren agar menjadi generasi berakhlak mulia,” pungkasnya.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Ilham Ariyansyah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================