
Selain itu, IOC juga merekomendasikan kepada seluruh Federasi Olahraga Internasional agar tidak menggelar kompetisi atau pertemuan olahraga di Indonesia sampai ada kepastian dan jaminan resmi dari pemerintah bahwa seluruh peserta akan diberi akses penuh tanpa diskriminasi.
Dalam poin terakhir keputusan tersebut, IOC meminta agar KOI dan Federasi Senam Internasional (FIG) hadir dalam pertemuan di Swiss untuk membahas lebih lanjut persoalan visa atlet Israel yang batal tampil di Jakarta.
Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari, sebelumnya telah menyatakan bahwa keputusan pembatalan visa untuk atlet Israel merupakan hasil komunikasi dengan pemerintah, dan ia menyadari akan ada konsekuensi terhadap keputusan itu.
“Kita tahu semua pasti ada konsekuensinya. Tapi karena ini keputusan bersama dan kami menghormati keputusan pemerintah, semua konsekuensinya akan kita lihat setelah kegiatan,” ujar Okto dalam konferensi pers pada 10 Oktober lalu.
Keputusan IOC ini berpotensi mengisolasi Indonesia dari ajang olahraga internasional, setidaknya sementara waktu. Selain peluang menjadi tuan rumah Olimpiade atau ajang sejenis yang kini tertutup, federasi-federasi olahraga dunia juga diminta menunda rencana menggelar turnamen di Indonesia hingga masalah ini diselesaikan.
Langkah IOC menegaskan kembali posisi organisasi itu dalam menjaga prinsip netralitas politik dalam olahraga, di mana akses atlet ke kompetisi internasional harus dijamin tanpa melihat latar belakang kewarganegaraan atau konflik politik antarnegara.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















