Serangan Udara Israel di Pegunungan Lebanon Timur Tewaskan Dua Orang

Ketegangan Usai Gencatan Senjata

Serangan ini terjadi meski gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah telah diberlakukan sejak November tahun lalu. Kesepakatan tersebut sempat mengakhiri lebih dari satu tahun permusuhan yang memuncak dalam perang terbuka selama dua bulan.

Sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata itu, pasukan Israel diwajibkan mundur dari Lebanon selatan, sementara Hizbullah diminta membubarkan pasukannya di wilayah tersebut. Namun, pelaksanaan kesepakatan itu berjalan lambat di tengah meningkatnya ketegangan baru-baru ini.

BACA JUGA :  Veda Ega Start dari Posisi ke-13 di Moto3 Italia 2026, Optimistis Raih Hasil Maksimal

Tekanan Internasional

Pemerintah Lebanon kini berada di bawah tekanan kuat dari Amerika Serikat (AS) dan sekutunya untuk mengambil langkah konkret dalam melucuti senjata Hizbullah, dengan tujuan mencegah eskalasi konflik lebih luas.

BACA JUGA :  Netanyahu Tegaskan Israel Akan Hentikan Ancaman Iran, Sebut Rezim Teheran Tak Akan Bertahan

Meski demikian, rencana tersebut mendapat penolakan keras dari Hizbullah dan sekutunya di parlemen Lebanon, yang menilai pelucutan senjata akan melemahkan kemampuan negara menghadapi agresi Israel.

Situasi di perbatasan Israel–Lebanon pun kembali memanas, memicu kekhawatiran akan terulangnya konflik berskala besar di kawasan tersebut.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================